Anggaran Kecamatan Lebih Kecil Ketimbang Dana Desa
Syahroni: Perlu Asas Keadilan
Terbukti dengan minimnya anggaran yang diterima pemerintah kecamatan yang di suntik melalui APBD setiap tahunnya mencapai 600 juta lebih per kecamatan tak sebanding dengan alokasi dana desa yang mencapai 1 miliyar.
Dalam hearing yang diikuti hampir seluruh staf kecamatan Dedai serta dihadiri camat Dedai Sahbendi justru menjadi ajang curhat staf kecamatan Dedai kepada wakil rakyat yang hadir pada saat itu.
Anggota DPRD Sintang Syahroni mengaku sedih dengan anggaran kecamatan lebih kecil ketimbang anggaran dana desa hampir 1 miliyar. Padahal lanjut dia tanggung jawab yang diemban pemerintah kecamatan lebih besar dari desa.
“Bayangkan saja di kecamatan Sungai Tebelian belanja langsung kecamatan hanya 605 juta itu pun ditambah melalui pokok-pokok pikiran DPRD sebesar 80 juta. Sementara tanggung jawab dan fungsi pengawasan mereka (Kecamatan) kepada desa seperti ADD, pilkades serentak dan lain-lain itu ada sekitar 30 desa,”bebernya.
“Sebagai contoh pilkades yang baru berlangsung belum lama ini tentu menyisakan berbagai permasalahan di desa. Nah bagaimana mungkin kewenangan besar namun anggaran yang diterima sedikit jelas ini menjadi suatu masalah,”jelasnya.
Untuk itu pihaknya melalui komisi A DPRD Sintang yang juga membidangi pemerintahan akan mendorong pemkab Sintang untuk mengevaluasi setiap anggaran yang dialokasikan ke setiap kecamatan Sintang. Paling tidak, lanjutnya, dengan adanya asas pemerataan tentu dapat mengakomodir kegiatan dan meringankan beban, serta tanggung jawab yang ada di kecamatan.
“Melalui rapat tadi juga sudah saya sampaiakan kepada Pemkab. Intinya ada asas pemerataan antara kecamatan dan desa,”pungkasnya (okt)