Terimakasih Somoi
SINTANGI Sintangpost.com- Siapa yang tak senang melihat si buah hati tumbuh kembang menjadi anak yang sehat tanpa ada halangan kesehatan dan dapat bermain dengan teman-temannya.
Begitu juga hal yang ingin dirasakan oleh para orangtua yang menunggui anaknya untuk mengikuti terapi rutin dari SOMOI yang digelar dibeberapa tempat di Kabupaten Sintang ini.
"Saya kurang tahu dia sakit apa tetapi dia dari kecilnya susah dibawa duduk," ujar Ibunda Syava (6) saat ditemui di Puskesmas Sungai Durian Sintang, beberapa waktu lalu.
Ia mengaku sengaja membawa anaknya untuk mengikuti terapi dari SOMOI agar anaknya mengalami perubahan.
"Saya senang, Syava sudah ada kemajuan dibanding pertama kali ia mengikuti terapi. Ini sudah tujuh bulan saya rutin terapi. Dulunya, Syava tak bisa dibawa duduk, badannya kaku," ucapnya dengan tatapan bahagia yang tak lepas dari si buah hati.
Nina, perawat yang diperbantukan untuk fisioterapi anak ini menjelaskan Syava mengalami scoliosis yaitu penyakit yang berhubungan dengan tulang belakang sehingga dibutuhkan terapi rutin.
"Syava menderita scoliosis yaitu kelainan pada rangka tubuh yang berupa kelengkungan tulang belakang sehingga ia dipakaikan korset untuk membantu dalam masa pengobatan. Syava merupakan pasien rutin yang datang ke sini setiap minggunya dan memang terlihat adanya perbedaan," ujarnya.
Ia juga mengaku keberadaan SOMOI di Kabupaten Sintang sangat membantu anak-anak yang mengalami cacat fisik.
"Kontrak mereka dengan puskesmas sungai durian ini selama tujuh tahun, mereka sangat membantu kami dalam memberikan terapi kepada anak-anak yang cacat. Di puskesmas sini ada dua orang yang sengaja diperbantukan untuk kegiatan sosial SOMOI yaitu saya dan Dimas. Mereka tak hanya mengajarkan kami cara memberikan terapi tetapi juga mengajarkan bagaimana cara menggunakan dan membuat alat bantu untuk para pasien," jelasnya.
Hingga saat ini sudah ada delapan orang terapis dari SOMOI yang datang ke Kabupaten Sintang untuk memberikan ilmunya mengenai fisioterapinya kepada sejumlah perawat dan mahasiswa kesehatan.
"Bulan ini, ada terapis baru yaitu Michiel Brugman dan Nicky Ball, mereka akan menggantikan saya dan Luuk Haring yang telah bertugas disini dari bulan Juni 2014 kemarin hingga sekarang," tukas Iris Andriesen yang merupakan salah satu terapis dari SOMOI yang tak lama lagi akan kembali ke Belanda.(yul)









Komentar