Wahana Visi Bangun Air Bersih dan Sanitasi di 25 Desa

SINTANG | Sintangpost.com- Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka kegiatan Project Launching dan Workshop tentang Safe Drinking Water Treatment (SDWT) Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga (PAMRT) di Aula Dinas Kesehatan, Selasa (2/10/).

Bupati Sintang dalam sambutanyya menjelaskan bahwa Kabupaten Sintang memang menghadapi masalah kemiskinan, ketahanan pangan-gizi dan pendidikan. Bahkan rata-rata usia sekolah di Sintang hanya sampai kelas 1 SMP.

"Daya beli masyarakat kurang sehingga berpengaruh pada pemenuhan gizi dan kemampuan mengenyam pendidikan. Asupan makanan dan pola asuh masih kurang. Sanitasi dan lingkungan masih buruk," terang Jarot.

Menurutnya sanitasi dan lingkungan buruk menyebabkan asupan makanan menjadi tidak berkualitas. Sehingga menyebabkan usus kecil tidak berfungsi dengan baik dalam mengolah makanan karena usus kecil hanya sibuk melawan bakteri yang disebabkan sanitasi yang kurang baik.

"Inilah yang akhirnya menyebabkan terjadi diare dan stunting. Maka Tahun 2019 nanti, ada lima mantra pembangunan di Kabupaten Sintang. Semua kemampuan tenaga, dana dan pikiran akan dicurahkan untuk lima mantra ini.

Pemkab Sintang lanjut bupati sangat menyambut baik program yang akan dilaksanakan Wahana Visi Indonesia di Sintang. Dia paham tim Wahana Visi sangat lincah dalam bekerja dengan mampu memanfaatkan teknologi tepat guna.

"Saya berharap ke depan bisa ditambah lagi jumlah desa dan kecamatan. Kalau tahun ini ada 25 desa di lima kecamatan. Berikutnya bisa 100 desa di 10 kecamatan. Kami dukung penuh program ini karena sanitasi dan air bersih merupakan 42 persen penyebab stunting," jelasnya.

Pimpinan Wahana Visi Indonesia Margareta Siregar menyampaikan Pemkab Sintang sangat konsen dengan persoalan gizi terutama pencegahan stunting.

“Untuk itulah kami ingin turut membantu Pemkab Sintang dengan membantu penyediaan akses air bersih dan sanitasi. Pada tahap ini, kami melaksanakan program di Kecamatan Sepauk, Sungai Tebelian, Tempunak, Kelam Permai, dan Kecamatan Kelam Permai masing-masing lima desa sehingga total 25 desa,”katanya.

Margareta berharap program ini bisa membantuk menurunkan angka diare dan mencegah stunting. “Mudah-mudahan program ini bermanfaat bagi anak-anak di lima kecamatan yang menjadi lokasi proyek kami yang sudah dibantu juga oleh P&G,”tukasnya. (okt)