Komisi B DPRD Sintang Tinjau Jalan Simbak

IMG_8258SINTANG | SintangPost.com-Lumpuhnya akses jalan menuju ibukota kecamatan binjai menjadi perhatian Komisi B DPRD Sintang. Selasa (22/3), wakil rakyat itu melakukan kunjungan kerja, sekaligus melihat langsung kondisi Jalan yang kini sudah tergenang air Sungai Kapuas dan telah menjadi bubur.

Rombongan yang dipimpin langsung ketua Komisi B DPRD Sintang Harjono Bejang, didampingi wakil ketua dewan Sandan serta anggota lainnya juga didampingi perwakilan dari dinas PU Sintang, tampak terkejut saat melihat kondisi Jalan Simbak yang baru saja rampung diperbaiki yang diproyeksikan menelan dana sebesar 1,8 Miliar.

IMG_8260Ketua Komisi B Harjono Bejang mengaku prihatin dengan kondisi jalan tersebut. Menurutnya dinas PU Sintang harus bertanggung jawab atas kerusakan jalan mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat di empat kecamatan.

“Kunjungan ini dilakukan untuk mengawasi proses pembangunan dan infrastruktur di sepanjang jalur tersebut. Hasilnya, terdapat beberapa titik jalan yang harus diperbaiki kembali,”kata Bejang.

Bejang mengatakan pihaknya akan segera melakukan rapat dengan dinas PU untuk membahas tindak lanjut pengerjaan jalan yang bersumber dari dana DAK tambahan tahun 2015.

“Akan kami undang nantinya dinas PU. Karna jalan ini sudah sangat mendesak,”kata Bejang.

IMG_8264Wakil ketua Dewan Sandan yang juga ikut meninjau jalan itu meyesalkan atas pengerjaan jalan tersebut. Menurutnya, sejumlah laporan masyarakat yang masuk terkait pekerjaan proyek yang asal jadi tanpa mengutamakan kualitas dan bestek.

"Sudah banyak laporan masyarakat yang masuk ke kita. Jadi bukan kita asal ngomong saja. Bayangkan saja jalan yang baru dibangun sudah hancur. Belum lagi bangunan-bangunan fisik yang dibangun sudah mengalami kerusakan disana-sini. Ini perlu kita sampaikan biar menjadi perhatian penuh SKPD terkait yang menjalankan proyek bersama PPK," paparnya.

Menurut Sandan, pengawasan pekerjaan proyek harus dilakukan dengan seksama. "Pembangunan inikan dinikmati untuk masyarakat jadi harus dibangun dengan kualitas yang baik dan bukan asal jadi,”bebernya.

Kedepan lanjut Sandan agar seluruh satker untuk betul-betul menganggarkan sebuah proyek, sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Jangan asal masuk dalam RAK saja anggaraannya, tapi kondisi di lapangan tidak diketahui secara pasti. Apakah layak dan benar-benar bisa dilaksanakan nantinya,"Pungkasnya. (okt)