Jaga Kamtibmas, Kampanye Anti Hoax Hingga Ke Desa
SINTANG | SintangPost.com – Media Sosial (Medsos) menjadi salah satu tempat untuk mendapatkan informasi dari berbagi tempat dari siapa saja yang ada di seluruh Indonesia.
Informasi bohong (hoaks) yang mudah tersebar di Media Sosial (Medsos) menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Gerakan Anti Hoaks pun digencarkan hingga ke tingkat desa melalui peran Bhabinkamtibmas.
Kapolsek Tebelian, Iptu Siko mengungkapkan untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya gencar melakukan kampanye anti HOAX dengan lebih mengaktifkan peran sert dari Bhabinkamtibmas.
“Wilayah Tebelian terbagi atas 26 desa. Kami sosialisasi ke semuanya. Setiap hari kami kampanyekan gerakan anti hoaks,” katanya, Rabu (25/4).
Siko mengatakan tujuan utama dari kampanye tersebut adalah agar suasana kondusif di tengah masyarakat tetap terjaga menjelang waktu pencoblosan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat 27 Juni 2018.
“Kabar berita yang tidak jelas sumber infonya supaya jangan dipercaya. Apalagi berpotensi menimbulkan gangguan Kambtibmas. Jangan sampai hanya karena menerima informasi menyesatkan, terjadi gesekan di masyarakat. Ini yang kami cegah,” ucapnya.
Siko menilai, warga masyarakat khususnya yang berada di wilayah hukum Polsek Tebelian sangat antusias dan memberikanrespon positif terhadap gerakan anti HOAX yang dikampanyekan.
“Dengan adanya sosialisasi anti hoax hingga ke desa, dapat membangun semangat bersama tentang pentingnya menyaring segala informasi yang diterima. Kemudian bijak menggunakan Medsos. Tidak mem-posting segala yang bersifat mengumbar kebencian. Apalagi menyampaikan berita bohong, karena dikhawatirkan bisa memicu keresahan di tengah masyarakat,” tukasnya. (Okt)









Komentar