1. Parlemen

Terry Sayangkan Oknum BPK Ciderai Tugas Mulia

Wakil Ketua DPRD Sintang Terry Ibrahim

Wakil Ketua DPRD Sintang Terry Ibrahim

SINTANG | Sintangpost.com- Wakil Ketua DPRD Sintang menyayangkan adanya penangkapan auditor utama Keuangan Negara III BPK RI yang diduga terkait kenaikan status dari WDP ke WTP di Kementerian Desa, pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT).

Menurut Terry peristiwa itu merupakan fenomena yang menjadi pukulan dan evaluasi internal bagi lembaga auditif BPK RI. Khususnya, dalam menegakkan akuntabilitas sesuai prinsip independensi, integritas dan profesional, demikian bagi BPK yang di Kabupaten/Kota jangan hanya menyoroti lembaga pemerintah akan tetapi harus ada pembenahan secara internal.

“BPK lembaga yang notabene selalu digadang-gadang oleh lembaga pemerintah baik kabupaten/kota untuk mengejar predikat WTP tersebut pada akhirnya ternodai oleh oknum itu sendiri,”kata Terry.

Politisi Nasdemn ini mengusulkan, apabila OTT KPK itu terkait dengan peningkatan opini laporan keuangan Kemendes PDTT, maka memungkinkan untuk ditinjau ulang.

“Saya kira ini menjadi pelajaran penting bagi BPK RI untuk tidak henti-hentinya melakukan pembenahan internal. Termasuk ke depan e-audit harus segera diterapkan untuk memperkuat integritas auditor,” katanya.

Menurut Terry tidak ada gunanya jika suatu daerah mengejar WTP tanpa dimbangi dengan fakta yang terjadi di suatu daerah. Sebab hal tersebut akan menimbulkan suatu masalah.

“Oleh karena itu lebih bagus tidak diberikan embel-embel tetapi kinerja itu baik, ketimbang kita menerima WTP yang tidak tau asal usulnya,”jelasnya.

Terry juga mempertanyakan apa benar WTP yang diberikan suatu daerah tersebut sudah sesuai kondisi keuangan suatu daerah atau ada apa dibaliknya.

“Kita tidak menuduh lah mungkin barangkali ada kececer di sana sini yang hingga meneybabkan beberapa aparat saking ingin mengejar WTP ada kedekatan-kedekatanyang tidak diizin oleh pihak enegak hukum,”katanya.

Untuk itu Terri menghimbau kepada lembaga BPK untuk mengevaluasi kinerja pejabatnya agar pejabat publik benar-benar serius dan sungguh sungguh menjaga kredibilitas lembaga.

“Jangan sampai kepercayaan publik makin tergerus. Mudah-mudahan kejadian kali ini bisa betul-betul dijadikan pelajaran agar tidak terulang lagi di masa datang,” tukasnya. (okt)

Berita Lainnya