Baju Habis Basah Karena Banjir, Afrizal Pakai Daster “Demun” Milik Mama

Ahmad Afrizal yang menggunakan daster "demun" milik Mamanya (Foto : Afrizal)

SINTANG | SintangPost.com – Siapa yang tak kenal dengan daster. Pakaian longgar yang merupakan “kostum” ternyaman bagi sejumlah perempuan baik muda maupun tua, terlebih lagi ketika hanya berada di rumah saja.

Tapi berbeda jika daster tersebut digunakan oleh pria muda seperti yang dilakukan oleh Ahmad Afrizal, salah satu warga Tebidah yang terdampak dengan adanya banjir besar karena tingginya curah hujan yang terjadi beberapa waktu ini.

Bukan tanpa alasan, Afrizal mengaku terpaksa menggunakan daster berwarna hijau dengan motif bunga-bunga milik Mamanya, seperti yang diposting salah satu akun media sosial karena memang dirinya tak lagi memiliki pakaian yang kondisinya kering.

“Terpaksa pakainya, sudah dari kemarin hingga sekarang. Tak ada baju yang kering, basah semua, daster ini pun demun (tidak kering benar), tapi dak apa dipakai sambil nunggu baju kering,” ujarnya ketika dihubungi SintangPost.com via telepon selular, Senin (!3/07/2020).

Pria muda yang terlihat tidak canggung untuk tersenyum meski menggunakan daster “demun” milik Mamanya itu juga menyampaikan rumah tempat ia tinggal bersama tiga anggota keluarga lainnya masih dalam keadaan baik meskipun kotor karena banjir yang terjadi.

“Alhamdulillah, kalau rumah baik-baik saja meskipun kotor. Disini, ada beberapa rumah yang rusak berat karena banjir, seperti rumah yang berada di sebelah rumah kami, hampir tercabut akibat derasnya air,” ucapnya.

Afrizal juga mengatakan saat banjir cukup tinggi, ia bersama Ayah, Mama dan Abangnya terpaksa tidur di loteng rumah dengan gerak terbatas.

“Waktu lagi banjir benar, kami tidur di loteng yang dipakai berdiri pun tidak bisa,” katanya.

Tak hanya itu, Afrizal juga menyampaikan bahwa jaringan listrik maupun internet disana juga mengalami masalah sejak hari Jumat lalu.

“Jaringan internet yang lancar cuma pakai Indosat. Listrik dari hari Jumat memang sudah tidak, kami ngecas HP juga numpang sama tetangga yang ada panel,” tuturnya.

Dengan kondisi yang demikian, Afrizal berharap pemerintah atau siapapun dapat membantu warga yang terdampak banjir mengingat dengan adanya banjir akan berdampak pada berbagai lini kehidupan.

“Tidak sedikit yang kehilangan harta bendanya, baik itu hewan peliharaan, kendaraan atau lainnya, belum lagi masalah kesehatan. Saya pribadi berharap pemerintah dapat segera memberikan perhatian kepada kami yang terdampak banjir ini,” pungkasnya. (Uli)