Kenormalan Baru dan Persepsi Masyarakat

Dandim 1205/Stg, Letkol Infanteri Eko Bintara Saktiawan

SINTANG | SintangPost.com – Kebijakan pemerintah mengenai kenormalan baru (New Normal) mendapatkan respon yang berbeda di berbagai daerah, tak terkecuali oleh masyarakat yang ada di Kabupaten Sintang.

Istilah New Normal yang dibangun oleh WHO masih banyak belum dipahami dengan baik oleh masyarakat sehingga timbul berbagai persepsi yang berbeda di lingkungan masyarakat.

Komandan Kodim (Dandim) 1205/Stg, Letkol Infanteri Eko Bintara Saktiawan mengatakan rencana pemerintah untuk menerapkan kebijakan kenormalan baru membentuk berbagai persepsi masyarakat sehingga juga menimbulkan dampak pada kehidupan sehari-hari.

“Tak sedikit masyarakat menilai adanya kebijakan kenormalan baru artinya Covid-19 sudah tidak ada. Ini adalah pandangan yang salah dan harus kita perbaiki bersama,” ujarnya saat melakukan Komunikasi Sosial bersama Keluarga Besar TNI di Aula Makodim 1205/Stg beberapa waktu lalu.

Dandim 1205/Stg menyampaikan kenormalan baru yang dimaksud pemerintah adalah bagaimana semuanya dapat menjalankan aktivitas seperti biasa namun tidak lalai dalam menjaga kesehatan diri agar terhindar dari ancaman Covid-19.

“Seperti yang kita lihat, sejumlah tempat publik kembali ramai. Tentunya ini kabar baik untuk pembangunan ekonomi tetapi saja jadi kabar buruk, apalagi saat beraktivitas di kerumunan, masyarakat kerap lupa menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” katanya.

Untuk itu, Dandim 1205/Stg meminta Keluarga Besar TNI untuk terus menjaga kesehatan dan turut serta membantu memberikan pemahaman pada masyarakat mengenai kenormalan baru. Terlebih lagi hingga saat ini, Kabupaten Sintang masih belum termasuk pada daerah yang telah diijinkan untuk menerapkan kebijakan kenormalan baru tersebut.

“Terus lakukan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan pemerintah yaitu jaga jarak fisik, cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas, dan selalu gunakan masker. Kita memang harus kembali hidup produktif tapi bukan berarti mengabaikan keberadaan Covid-19,” tuturnya.

Hal yang serupa juga diungkapkan oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno. Ia meminta kepada masyarakat untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah sehingga bahaya penyebaran Covid-19 dapat diminimalisir.

“Kita harus kembali produktif tapi dengan sehat dan aman serta tetap mengetahui bahwa ancaman Corona sampai kapan pun tak akan hilang. Itulah mengapa kita harus beradaptasi. Kalau menurut teori evolusi Darwin itu, yang survive bukan yang paling kuat, tapi yang paling bisa beradaptasi. Jangan Sintang kalah melawan Corona,” tegasnya. (Uli)