Peringati Sumpah Pemuda, Mainar Ingatkan Peran Perempuan di Era Milenial
SINTANG I Sintang post.com- Anggota DPRD kabupaten Sintang Mainar Puspa Sari mengarapkan kepada kaum perempuan di Kabupaten Sintang untuk memaknai peringatan sumpah pemuda 28 Oktober lebih berkarya di segala bidang. Dengan begitu kaum perempuan tidak dipandang sebelah mata.
"Kepada perempuan-perempuan di Sintang saya harapkan bisa berkarya. Ini saatnya bagi kita untuk mencetak generasi muda perempuan yang berakhlak mulia, kreatif dan inovatif. Berjiwa kepemimpinan dan bertanggung jawab,” kata Mainar di kantornya, Selasa (29/10/2019).
Mainar juga mengajak kaum perempuan untuk terus meningkatkan kompetensi diri terutama di bidang pemahaman agama. Karena perempuan bukanlah kaum yang lemah. Perempuan merupakan kaum tangguh yang dapat berkembang sesuai dengan keinginannya.
"Meningkatkan kompetensi diri itu sangat penting. Ditambah lagi dengan memperkuat pemahaman agama itu jauh lebih bagus," katanya.
Menurutnya perempuan harus berusaha menjadi muslimah yang saliha. Melindungi diri sendiri dan keluarga serta mengabdikan diri dengan niat tulus ikhlas bekerja sesuai profesi masing-masing.
Srikandi partai Demokrat ini melanjutkan kaum perempuan memiliki andil besar dalam kesuksesan pembangunan daerah. Dalam Islam sendiri, Kata dia peran wanita dapat diaktualisasikan dalam membangun keluarga.
"Peran kaum perempuan sangat besar baik dalam pembangunan peradaban maupun dalam membangun keluarga yakni sebagai istri dan ibu. Peranan wanita juga sangat besar didalam membangun daerah, bangsa, dan negara yakni berkerja sesuai bidang keahliannya masing masing," ujarnya.
Disisi lain Politisi Sintang satu ini mengatakan pesatnya perkembangan teknologi informasi. Selain memiliki dampak positif, tidak sedikit pula yang menyalahgunakan pesatnya arus informasi sehingga memiliki dampak negatif.
“Positifnya, pemuda bisa mengakses informasi dengan cepat untuk meningkatkan pengetahuan. Dampak negatif bersifat destruktif, hoax, ujaran kebencian dan pornografi. Karena itu, pembangunan kepemudaan tetap harus mengutamakan akhlak,” paparnya.
Menurutnya, revolusi mental yang diterapkan Presiden RI sangat relevan dengan kondisi kepemudaan saat ini.
“Melalui revolusi mental, pemuda dituntut agar lebih maju dan menjadi bangsa yang hebat,” tambahnya.
Terkait dengan unjuk rasa oleh kalangan mahasiswa kemarin di DPRD, Mainar menilai bahwa melakukan aspirasinya merupakan hak semua warga Indonesia. Namun ada beberapa hal yang kurang pantas.
"Saya menilai demo kemarin sepertinya ada yang kurang pas, terutama untuk kaum perempuan. Seharusnya bukan teriak- teriak begitu menyampaikan aspirasinya lakukanlah secara intelektual . Apalagi kemarin banyak perempuan yang berjilbab,"bebernya.
Namun demikian lanjut Mainar mengapresiasi langkah mahasiswa yang sudah kritis dalam menyampaikan aspirasi terhadap pembangunan di Sintang.
"Kami juga berterimakasih kepada adek-adek mahasiswa yang sudah kritis terhadap pembangunan kita di Sintang ini. Tentu aspirasi kemarin menjadi modal kami di DPRD dalam mengawal pembangunan Sintang yang lebih baik lagi kedepannya,"tukasnya. (Okt)









Komentar