15 Penderita Bibir Sumbing dapat Operasi Gratis

Bupati Sintang Jarot Winarno Memberikan Semangat Pada Salah Satu Anak Penderita Bibir Sumbing

SINTANG | Sintangpost.com- Sebanyak 15 penderita bibir sumbing dari sejumlah empat Kabupaten yang ada di kalimantan bart memgikuti operasi gratis. Kegiatan tersebut dilaksanakan RS Ade M Djoen Sintang bekerjasama dengan Yayasan Karya Hati Insani dari Semarang Jawa Tengah.

Ketua PanitiaPelaksana Kegiatan Operasi Bibir Sumbing Gratis Menyampaikan,Kegiatan Operasi Bibir Sumbing Gratis Ini, Bekerjasama Dengan Yayasan “Karya Hati Insani”Dari Semarang Jawa Tengah Membawa Delapan (8)Dokter Ahli Bedah Yang di pimpin lansung Oleh drg.Franciskus Prabo,Sp.Bm.Kegiatan Operasi ini di laksanakan selama dua hari yakni,dari tanggal 11 dan 12 juli.

Kristina menambahkan adapun jumlah masyarakat yang mengikuti pelaksanaan operasi bibir sumbing Gratis ini sebanyak 15 Orang/ Pasien yang terdiri dari empat kabupaten yaitu Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau dan Melawi. Dari ke empat kabupaten tersebut yang terdaftar sebanyak 33 orang namun setelah dilakukan skrining hanya 15 orang yang bisa menjalani operasi ini.

Kristina berharap masyarakat yang memiliki keluarga atau anak mengalami bibir sumbing, dapat menghubungi pihaknya. Pihaknya siap membantu masyarakat untuk operasi gratis.

"Tim dokter langsung kami datangkan dari jawa tengah di pimpin lansung Oleh drg.Franciskus Prabo,Sp.Bm. Kegiatan Operasi ini di laksanakan selama dua hari yakni,dari tanggal 11 dan 12 juli ahli bedah plastik. Tidak ada tujuan lain selain membantu masyarakat Sintang," tandasnya.

Bupati Sintang Jarot Winarno menyambut baik operasi bibir sumbing secara gratis yang di laksanakan oleh pihak rumah sakit Ade M Djoen Sintang menurutnya ini merupakan program pemerintah daerah dalam rangka membantu masyarakat .

“Bibir sumbing adalah salah satu masalah kesehatan yang umum banyak di alami oleh bayi dan anak –anak terutama yang ada di pelosok pelosok desa yang ada di Sintang. Dengan operasi gratis ini kita berharap masyarak dapat mempergunakan program gratis ini dengan baik,”kata Jarot.

Menurut Jarot dari masa anak sampai menginjak usia dewasa memiliki resiko terkena bibir sumbing ini sebab penumpukan cairan pada telinga bagian tengah bisa menyebabkan infeksi telinga bahkan gangguan pendengaran terhadap bayi.

“Tahapan operasi bibir sumbing akan berbeda penangganannya apabila terkena pada anak. Dalam beberapa kasus anak yang mengalami bibir sumbing membutuhkan operasi tambahan,”tukasnya. (okt)