Bejang Ngaku Banyak Keluhan Masyarakat Soal Sawit
SINTANG | Sintangpost.com- Ketua Komisi B DPRD Sintang Harjono Bejang mengaku bahwa masih banyak warga Sintang mengeluhan keberadaan kelapa sawit di Sintang.
“kami dari komisi B DPRD Sintang masih banyak menerima masukan mulai dari masalah yang kecil, sedang sampai berat terhadap investasi perkebunan kelapa sawit,” kata Bejang diruang kerjanya Senin (30/5).
Dengan banyaknya keluhan terhadap perkebunan sawit di Sintang Bejang menyampaikan kedepannya untuk menangani permasalahan sawit ini perlu masukan pemerintah daerah khususnya dari SKPD-SKPD terkait. Agar bisa dirumuskan solusi tepat dari banyaknya laporan warga yang cenderung merugikan mereka.
“Karena banyaknya masalah yang timbul akibat lahan sawit ini, kita membutuhkan komitmen-komitmen dari perusahaan sawit yang seharusnya mementingkan kebutuhan rakyat bukan justru sebaliknya,” kata Bejang.
Politisi Golkar ini menambahkan 70% perusahaan sawit tidak mematuhi aturan dan bermasalah dengan proses plasmanya, padahal plasma merupakan kewajiban suatu perusahaan yang diperuntukkan kepada masyarakat.
“Salah satu contoh perusahaan Julung di Kelam yang balum lama ini kita tinjau, perusahaan ini banyak merugikan petani terhadap pembagian plasma. Kasian kan masyarakat yang sudah menyerahkan lahan namun setelah ditanam lahannya tidak diurus,”katanya.
Pihaknya pun mengusulkan untuk menuntaskan masalah terkait sawit lewat pertemuan intens dengan dinas perkebunan. “Akan Kita undang instansi terkait dalam rapat kerja secepat mungkin, agar kita mengetahui apa saja keluhan warga yang diakibatkan oleh sawit di tiap-tiap daerah,” kata dia.
Bejang pun mendukung penuh program presiden RI memoratorium seluruh izin lahan sawit di Sintang. “Kedepannya kami akan melakukan evaluasi terhadap perusahaan-perusahaan sawit di Sintang dan tentunya akan membuat perjanjian-perjanjian tegas dengan perusahaan tersebut. Kami juga meminta dinas perkebunan untuk menginventalisir seluruh perijinan sawit yang ada di Sintang,” tukasnya. (okt)









Komentar