Dewan Minta RSUD Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

Pandangan Umum Gabungan Komisi

SINTANG | Sintangpost.com-Anggota DPRD Sintang, Heri Maturida meminta kepada pihak RSUD Ade M Djoen Sintang untuk lebih meningkatkan pelayanan akan pasien serta proses administrasi yang lebih mudah. Pasalnya, DPRD Sintang sering kali mendapatkan masukan dari masyarakat untuk mendesak RSUD memperbaiki pelayanan terutama terhadap pasien BPJS.

"Sering kali kita mendapatkan masukan dari masyarakat. Makanya kita minta pihak RSUD untuk segera memperbaiki pelayanannya. Sehingga para pasien yang menginap dan berkonsultasi merasa nyaman akan pelayanan yang diberikan," kata Heri Maturida, Selasa (2/8).

Menurut Heri, pasien yang menggunakan BPJS sering kali mendapatkan pelayanan yang tidak adil dibandingkan dengan pelayanan yang diberikan kepada pasien umum. "Mereka masyarakat yang menggunakan BPJS seperti dianak tirikan dalam pelayanan yang diberikan oleh RSUD," ujarnya.

Selain itu, Heri juga meminta pihak RSUD untuk memperhatikan semua ketersediaan obat-obatan. Jangan sampai Sintang terjadi kekosongan akan ketersediaan obat-obatan.

"Kalau terjadi kekosongan tentu ini akan berdampak kepada pasien. Jangan sampai pasien dijadikan korban, itu yang tidak kita inginkan," pintanya.

Sementara, Direktur RSUD Ade M Djoen  Sintang mengklaim bahwa ketersedian obat-obatan di Rumah Sakit saat ini tidak mengalami kekurangan. Meskipun ada beberapa jenis obat -obatan  sering terjadi kekosongan, namun itu merupakan kendala teknis saja.

"Ya, paling tidak satu atau dua jenis obat-obatan saja yang sering kita kosong. Tetapi itu tidak semua jenis obat," kata, Dirut RSUD Ade M Djoen Sintang, Rosa Trifina, usai menghadiri rapat Paripurna ke 10 di Gedung DPRD Sintang.

Bahkan Rossa mengaku saat ini sudah melakukan pemasanan obat-obatan kepada pihak distributor yang sesuai dengan e-katalog. "Kita membeli obat harus sesuai dengan e-katalog. Bahkan, seluruh RS di indonesia juga mengacu pemesanan obat-obatan sesuai dengan e-katalog," kata dia.

Kemudian, kata Rossa, item-item obat yang dipesan juga tidak boleh keluar dari Permenkes yaitu formularium nasional. "Itu merupakan proses pembelajaan kita. Jadi semua item obat yang dipesan harus sesuai dengan Permenkesnya," tuturnya.

Mengenai pelayanan RSUD Ade M Djoen yang dinilai masih belum optimal, Rosa mengatakan bahwa masalah pelayanan hanya terkendala di overkapasiti saja. Dimana, rumah sakit kita sekarang ini ada 126 tempat tidur.

"Jumlah pasien semakin bertambah sementara jumlah tempat tidur kita hanya tersedia 126 saja. Nah, ini yang menjadi kendala kita saat ini," ujarnya.

Rossa mengatakan untuk pasien yang menggunakan BPJS, bukanya kita bersikap tidak adil atau menganak tirikan. Sebab, untuk memenuhi  keinginan pasien dirawat  kelas 1 hingga kelas  3 saat ini ruang inap dan tempat tidur pasien masih terisi penuh, sehingga banyak pasien yang mengantri kelas 1 mendapatkan kelas 2 dan kelas 3.

"Ruangnya yang sudah penuh. Bukan kita membeda-bedakan pasien BPJS atau pun pasien umum. Kita RSUD tetap bersikap profesional dalam meberikan pelayanan kepada para pasien. Begitu juga dengan proses administrasi juga sudah dipermudah pelayanannya," kilahnya(okt)