Bupati Sampaikan Nota Keuangan Perubahan APBDTahun 2016

SINTANG | Sintangpost.com-Dihadapan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Bupati Sintang Jarot Winarno  menyampaikan Pengantar Nota Keuangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2016, dalam Rapat Paripurna ke 2 Masa Sidang III DPRD Sintang Tahun 2016 di ruang Paripurna DPRD, Jumat (23/9) kemarin.

Rapat paripurna yang dipimpin wakil Ketua DPRD Sintang Sandan tersebut didampingi Tery Ibrahim yang dihadiri oleh Bupati Sintang Jarot Winarno, Para Asisten, Staf Ahli, Unsur FKPD, serta anggota DPRD Sintang lainnya.

untitled-3Dalam penyampaiannya, Bupati Jarot menjelaskan  bahwa tujuan dari Pengantar Nota Keuangan Perubahan APBD 2016 ini adalah untuk menjelaskan hal-hal yang menyangkut dengan perubahan anggaran APBD Sintang, dimana perubahan APBD terjadi karena adanya kebijakan Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Pemerintah Daerah yang menimbulkan perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan Umum APBD tahun 2016.

“Berdasarkan hasil evaluasi terget realisasi penerimaan pendapatan deerah pada semester pertama dan hasil analisis potensi sumber-sumber penerimaan pendapatan daerah, maka dapat diprediksi bawa target penerimaan pendapatan Daerah Sintang tahun 2016 ini, anggaran 2016 mengalami peningkatan dari 1.708.582.551.431,00  triliun menjadi 1.732.447.002.893,00  triliun, atau meningkat sebesar 1,40 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut bupati memaparkan perubahan belanja Daerah Sintang tahun 2016 ini telah disusun dengan pendekatan kinerja, yang berorientasi pada pencapaian hasil dari proses perencanaan partispatif, hal tersebut bertujuan meningkatkan akuntabilitas perencanaan anggaran serta memperjelas efektifitas dan efisiensi penggunaan alokasi anggaran dalam pelaksanaan urusan Pemerintah.

“Pada perubahan APBD ini belanja daerah lebih besar dialokasikan pada belanja langsung yang meliputi belanja pegawai, barang dan jasa serta belanja modal, dengan alokasi lebih besar pada belanja modal, dalam hal ini proporsi belanja publik lebih besar dari belanja aparatur,” ungkapnya.

Bupati Jarot menjelaskan, argumen dan perbedaan pendapat dalam pembahasan Raperda Perubahan APBD ini merupakan bukti kepedulian wakil rakyat terhadap masa depan Sintang.  "Seluruh kritik dan koreksi para wakil rakyat di DPRD akan kami jadikan bahan untuk menyempurnakan kinerja pengelolaan daerah dalam rangka pelaksanaan pembangunan daerah. Insya Allah, raperda yang telah disahkan ini selanjutnya akan disampaikan ke Pemerintah Provinsi untuk dilakukan evaluasi," terangnya (okt)