Markus : Solusinya Ada di RDTR

Bukit Kelam Masuk Wilayah Konservasi

Bukit Kelam

SINTANG | Sintangpost.com- Masyarakat di wilayah lingkar bukit kelam diharapkan dapat bersabar. Pasalnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sintang, memiliki solusi kongkrit dalam menyikapi persoalan wilayah konservasi tersebut.

"Solusinya ada di Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)," kata Anggota DPRD Sintang, Markus Jembari, kemarin..

Menurut Markus, saat ini kawasan di sekitar bukit kelam sudah masuk dalam perda tata ruang kabupaten Sintang. Hanya saja, perda tata ruang di bukit kelam itu menimbulkan kegelisahan terhadap warga setempat.

"Perdanya sudah ada. Tapi menimbulkan kegelisahan, makanya, pada saat pembahasan RDTR nnti, kita akan bahas dan kupas semua persoalan yang dialami masyarakat yang ada di lingkar bukti kelam," katanya.

Dengan masuknya kawasan konservasi di wilayah lingkar bukit kelam, kata Markus, yang dirugikan adalah masyarakat setempat. Sebab, banyak pemukiman yang sudah dari dulunya tidak memiliki status yang jelas.

"Kalau sudah masuk kawasan konservasi. Hak hak masyarakat disana jelas sudah tidak ada. Ini yang akan kita perjuangkan di RDTH. Kemudian kita juga meminta kepada pemerintah Sintang untuk mengkaji ulang dalam menetapkan wilayah konservasi di lingkar bukit kelam," ujarnya.

Markus mengatakan, saat pembahasan Perda tata ruang kabupaten Sintang, DPRD tidak dilibatkan. "Kita tidak ada dilibatkan waktu pembahasan Perda tata ruang. Eksekutif hanya menyerahkan draf tata ruang yang sudah jadi," katanya.

Pihak eksekutif dalam melakukan pembahasan dan menetapkan wilayah konservasi di wilayah lingkar bukit kelam juga tidak melibatkan, pemerintah desa, Kecamatan dan masyarakat setempat. Seharusnya, mereka melibatkannya.

" Kalau mereka dilibatkan maka akan ada saran dan pendapat yang dituangkan. Kalau tidak dilibatkan, maka akan terjadi pro dan kontra," katanya.

Nantinya kata Markus, dalam pembahasan RDTR pihaknya akan mengundang pemerintah desa, kecamatan dan masyarakat ssetempat. Sehingga , kita bisa secara bersama sama mencari solusi agar kawasan lingkar bukit kelam untuk dipertimbangkan kembali menjadi kawasan konservasi. Mengingat, banyak warga yang tinggal di wilayah tersebut.(okt)

Baca Selanjutnya Cronus FC Juara Futsal KNPI