Hadiri Perayaaan Tahun Baru Imlek, Askiman Serukan Perdamaian

Wakil Bupati Sintang Askiman Menyalakan Kembang Api Pada Perayan Malam Imlek di Sintang

SINTANG | Sintangpost.com- Wakil Bupati Sintang Askiman didamping pejabat dari Polres Sintang dan Kodim 1205 Sintang menghadiri Perayaan Malam Tahun Baru Imlek 2570 di Kelenteng Kuanti Jalan Masuka Pantai Kelurahan Kapuas Kanan Hilir Kecamatan Sintang, Senin, (4/2).

Dalam perayaan tersebut, selain memberikan sambutan, Wakil Bupati Sintang juga menyalakan kembang api. Ditampilkan juga tarian dari etnis Tionghoa, Melayu, Dayak dan Jawa.

“saya menyampaikan ucapan selamat tahun baru imlek 2570, gong xi fa cai, selamat dan semoga sejahtera kepada saudara-saudara yang merayakannya di Kabupaten Sintang. semoga tahun yang baru ini dapat membawa kedamaian, kebahagiaan, kesejahteraan, dan keberuntungan bagi saudara-saudara,” kata Askiman.

Askiman mengatakan perbedaan bukan membawa kita kepada alam perpecahan dan jurang pemisahan tetapi perbedaan itu merupakan sesuatu yang indah bagi kita.

“Maka dari itu, Pemkab Sintang mengajak semua kita saling peduli pada sesama, peduli kepada lingkungan, sehingga akan tercipta kerharmonisan yang menjadi jargon Pemkab Sintang,”jelasnya.

Askiman juga memberikan apresisasi kepada jajaran Polres Sintang, Kodim 1205 Sintang, Kejaksaan Negeri Sintang, Pengadilan Negeri Sintang dan semua pihak yang sudah cepat menanggapi kondisi yang terjadi beberapa waktu lalu di medsos dengan adanya penyelesaian secara damai melalui sebuah keputusan yang baik.

Keputusan ini tidak melihat menang dan kalah. Tetapi keputusan ini diambil dari hati yang dalam. Masyarakat Tionghoa dengan rendah hati menyepakati tugu bambu dan tugu jam untuk steril dari atribut budaya dan agama.

“Pemindahan lampion yang sudah terpasang di kedua tugu oleh masyarakat Tionghoa, tanpa tekanan dari pihak manapun. Tetapi karena kesadaran sendiri meskipun sudah ada ijin dari Dinas Lingkungan Hidup,”beber Askiman.

Askiman pun menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menghentikan postingan di media sosial yang mengandung unsur kebencian kepada kelompok manapun.

“Gunakan media sosial secara bijak. Hentikan postingan isu SARA yang membawa dampak perpecahan, dan postingan cacian makian. Itu bukan budaya Bangsa Indonesia. Gunakan media sosial untuk promosi usaha, untuk memberikan layanan kasih,” ajak Askiman.

Terpisah Majelis ketua Agama Konghucu Kabupaten Sintang Edi Hermanto menyampaikan bahwa Sintang harus harmonis.

“Tidak ada perselisihan, masyarakat bisa hidup berdampingan. Mari kita mengembangkan amal kebajikan di dunia. Sabda Nabi Konghucu menjelaskan bahwa manusia dari empat penjuru dunia adalah saudara,”tandasnya. (okt)