Janji Tak Ditepati Gubernur, Masyarakat Simba Portal Jalan

Suasana saat pemortalan Jalan Provinsi oleh warga desa Simbak Raya .

SINTANG | Sintangpost.com- Akibat janji Guburnur Kalbar Sutarmidji terhadap perbaikan jalan Simba tak ditepati, Masyarakat setempat melakukan aksi blokir jalan, Selasa (12/2). Akibat pemblokiran jalan di daerah tersebut akses jalan pun terganggu bagi masyarakat yang akan melintas.

Dalam aksi pemblokiran ruas jalan Desa Simba Raya itu, masyarakat tidak banyak permintaanya. Mereka hanya ingin ruas jalannya dapat segera diperbaiki. Mengingat jarak ibu kota Sintang menuju Desa Simba Raya ini kurang lebih hanya 7 km. Mirisnya hal tersebut tidak diperhatikan.

Aksi pemblokiran ruas jalan itupun tetap dilakukan oleh masyarakat setempat. Apabila Pemerintah Kabupaten Sintang tidak memberikan jawaban yang pasti terkait solusi untuk ruas jalan tersebut.

“Tidak direspon hari ini, kami akan mengadakan lebih besar lagi. Inilah harapan kami, makanya instansi terkait kami harapkan bisa hadir di sini,” tegas Koordinator Aksi, Remegius, kepada sejumlah awak media.

Aksi yang melibatkan ratusan warga Desa Simba Raya itupun, kata Remegius, sebagai bentuk protes terhadap Pemkab Sintang dan Pemprov Kalbar.

“Ini bentuk protes kami. Selain itu kami juga menuntut janji Gubernur, saat kunjungan dia kesini tanggal 25 Januari 2019 lalu, agar segera direalisasikan,” pintanya.

Remegius berharap aksi yang dilakukan ini dapat membuahkan hasil yang diinginkan, salah satunya ruas jalan itu segera ditangani.

“Setidaknya diperbaiki dengan cepat. Kita maunya ruas jalan ini di aspal. Kalau pun tidak, maka diperbaiki lah agar layak untuk dilewati.,” ungkapnya.

Kepala Desa Simba Raya, Sugiono mengatakan bahwa Gubernur Kalbar telah berjanji kepada masyarakatnya akan segera memperbaiki ruas jalan di Desa Simba Raya tersebut. Bahkan gubernur akan memanggil 8 perusahaan yang ada di Kecamatan Binjai Hulu, Hilir, Tengah, dan Hulu untuk perbaikan.

“Tapi sampai hari ini tidak ada realisasinya. Apakah gubernurnya belum panggil atau memang perusahaan yang melalaikan. Kita tidak tahu. Makanya janji itu juga menjadi tuntutan warga,” ujarnya.

Menurutnya, aksi ini murni dari masyarakat, tidak ditunggangi unsur politik maupun yang lainnya. “Mereka menuntut agar jalan di sini bisa hitam (aspal) atau paling tidak memang layak untuk dilalui,” katanya.

Terpisah Anggota DPRD Sintang Julian Syahri mendukung Aksi pemblokiran ruas jalan di Desa Simba Raya. Pasalnya ruas jalan itu sudah bikin masyarakat setempat susah dan resah.

“Ini bentuk protes masyarakat terhadap janji gubernur Kalbar beberapa waktu lalu,”kata Julian.

Sebenarnya kata Julian, ruas jalan tersebut sering disampain melalui rapat paripurna dengan pemerintah daerah. Sayangnya, pemerintah terus terus beralasan ruas jalan itu adalah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalbar.

“Padahal sering kita suarakan kepada pemerintah untuk ditindak lanjuti, jadi ini wajar menurut saya,”kata Julian.

Julian pun berharap melalui aksi blokir jalan ini ruas jalan Simba bisa segera direspon pemerintah kabupaten maupun propinsi.

“Jadi harapan saya pemerintah bisa membuka matanya sebab akses jalan ini sangat vital menghubungkan empat kecamatan,”tukasnya (okt)