Jarot Hadiri Rapat Pleno Penghitungan Suara
SINTANG | Sintangpost.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sintang menggelar Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pemilu Kabupaten Sintang Tahun 2019 di Aula Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sintang, Senin (29/4).
Rapat pleno perdana tersebut juga dihadiri langsung orang nomor satu di bumi senentang Jarot Winarno didampingi Ketua Komisi Pemilihan Umum(KPU) kabupaten Sintang Azizah, Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariadi, Ketua DPR Sintang Jefray Edward, Komandan Kodim 1205 Sintang Letkol Infanteri Rachmad Basuki, Ketua Pengadilan Negeri Sintang, Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, Kepala Kesbangol Kabupaten Sintang, serta Ketua Bawaslu Kabupaten Sintang Fransiskus Ancis.
Ketua Komisi Pemilihan Umum(KPU) Kabupaten Sintang Azizah mengatakan, bahwa pelaksaan pemungutan dan penghitungan suara yang telah dilaksanakan pada Pemilu 17 April 2019 lalu berjalan aman, tertib dan lancar.
Hal ini kata Hazizah tidak lepas dari hasil kerjasama yang baik antar semua pihak yang terlibat untuk mensukseskan pesta demokrasi lima tahun sekali tersebut.
”Kami dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sintang mengucapkan terimaksih kepada Pemerintah Kabupaten Sintang, TNI, Polri, Tim pasangan Calon, Tim Kampanye Peserta Pemilu, serta segenap penyelenggara Pemilu serta seluruh lapisan masyarakat yang juga telah berpastisipasi aktif dalam menyukseskan Pemilu 2019 yang aman dan lancar ini,”kata Hazizah.
Menurut Hazizah dari hasil rekapitulasi yang dilaksnkan dari tingkat Kecamatan oleh masing-masing PPK sampai hingga saat ini ada beberapa yang sudah selesai terlaksana tertib dan lancar. Namun masih ada tiga kecamatan yang belum selesai mengingat jumlah TPS yang cukup banyak dengan letak geografis yang cukup sulit.
“Berdasarkan PKPU 10 Tahun 2019 tentang tahapan dan jadwal di tingkat Kabupaten dimulai tanggal 20 April hingga tanggal 7 Mei 2019,”jelas Hazizah.
Sementara itu, Bupati Sintang Jarot Winarno usai pembukaan Rapat Pembukaan Rapat Pleno Terbuka mengatakan, pihaknya sangat prihatin dan menyampaikan duka yang mendalam atas beberapa musibah yang dialami oleh penyelanggara pemilu dengan meninggalnya lima orang anggota KPPS serta beberapa orang jatuh sakit.
“Sudah saya sampaikan bahwa Pemilu 2019 yang dilakasanakan serentak ini merupakan pesta demokrasi Paling Gila ya, lima kartu harus dipilih waktunya cukup lama , dengan jumlah 391 desa , dengan jumlah seribu lebih TPS yang ada ini luar biasa,”kata Jarot.
Jarot juga memberikan penghargaan kepada semua pihak yang telah berhasil mensukseskan Penyelengaraan pemilu 2019 ini baik di tingkat kecamatan maupun sampai ke kabupaten. Meskipun diakuinya masih banyak beberapa kecamatan yang belum diplenokan.
“Saya yakim meskipun masih banyak yang belum diplenokan tetapi berkat dukungan aparat keamanan dan masyarakat, jadwal pleno yang sudah ditetapkan bisa tuntas,”beber Jarot.
Terjadi Pemadaman Listrik
Sementara itu dalam rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara sempat terjadinya pemandaman listrik oleh PLN Sintang. Kejadian tersebut sempat membuat suasana rapat harus di score beberapa saat.
Dihubungi terpisah salah satu Komisioner KPU Sintang, Antonius Tian mengharapkan pihak PLN Rayon Sintang dapat bekerjasama dengan tidak melakukan pemadaman listrik. Hal itu dikarenakan adanya pemadaman listrik saat mengganggu pelaksanaan Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pemilu Tahun 2019.
“Saat ini voltase naik turun, kondisi listrik yang tidak stabil, dikhawatirkan dapat berpengaruh pada data atau file yang hilang. Meski demikian, saya menilai pihak PLN Rayon Sintang telah sigap dalam menyukseskan penyelenggaraan pemilu dengan melakukan penambahan daya sesegera mungkin,” jelasnya.
Tian pun berharap kejadian pemadaman listrik selama pleno tidak terulang selama pleno berlangsung kurang lebih satu minggu ini.
“Kita sangat berharap PLN Sintang dapat menerjunkan personilnya di aula sat pol PP ini. Dan kita berharap kejadian pemadaman listrik ini tidak terulang lagi,”harapnya. (okt)









Komentar