Menjawab Tantangan Masa Depan, Fakultas Hukum UNKA Gelar Seminar Perbatasan
SINTANG | Sintangpost.com- Tahun ini, usia Universitas Kapuas Sintang dari fakultas Hukum sudah memasuki ke-8. Menyambut bertambahnya usia kampus tertua di bumi Senentang ini, sivitas akademi fakultas hukum menggelar beberapa kegiatan.
Salah satunya adalah Seminar pendidikan dengan tema “menuju daerah perbatasan yang tangguh untuk Indonesia jaya dalam perspektif hukum” dengan sub tema “tangguh berkompetisi serta responsive akan perubahan dan tantangan menuju Indonesia jaya”
Dalam acara ini secara khusus panitia mendatangkan beberapa pembicara. Pembicara nasional tersebut adalah Bupati Sanggau Paulus Hadi, Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L. Ain Pamero, Guru Besar Hukum Pidana Universitas Jember Prof.Dr. Arief Amrullah,SH.M.Hum, Direktur HSR Bekraf Indonesia Dr. Sabartua Tampubolon,SH.MH dan Dekan Fakultas Hukum Untan Pontianak Dr. Syarif Hasim Azizurrahman,SH.M.Hum.
Acara seminar yang dibuka bupati Sintang Jarot Winarno juga mengucapkan terimakasih atas keikutsertaan para mahasiswa dalam kegiatan seminar ini. Apalagi dunia pendidikan yang juga masuk dalam revolusi industri 4.0 perlu didukung kemampuan para calon pendidik yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan era digital saat ini.
“Seminar ini juga penting bagi masyarakat kita sintang, karena baru keluar inpres nomor 1 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan 11 pos lintas batas baru, salah satunya di bangun di Kabupaten Sintang yakni PLBN di sungai kelik, Jasa Kecamatan Ketungau Hulu. Sehingga sejak awal ini kita sudah berdamika, sekarang juga proses pembangunanya sudah mulai seperti jalan dan infrastruktur dasar dan sebagainya ”jelas Jarot.
Jarot juga mengapresiasi menghadirkan para narasumber yang sangat kredibel di bidangnya seperti Bupati Sanggau dan Wakil Bupati Kapuas Hulu yang memang menjadi pelaku pengambil kebijakan di daerahnya masing-masing terkait bagaiman proses pengembangan daerah perbatasan.
“Pertama kolega kami Bupati Sanggau, karena sejak wakil sampai jadi bupati menjadi saksi sejarah bagaimana kawasan perbatasan sanggau tumbuh berkembang, kemudian bagaimana border PLBN dulu mulai awalnya dari jalan tikus sederhana tapi sekarang jadi modern, di tambah lagi juga Wakil Bupati Kapuas Hulu yang memang orang perbatasan yakni Badau, sehingga paparan dari beliau berdua sangat penting, dinamika apa yang terjadi, karena beliau berdua perumus kebijakan soal perbatasan,”kata Jarot.
Sementara itu Dekan Fakultas Hukum Unka Sintang Robert Hopman mengatakan tujuan di gelarnya seminar perbatasan ini untuk bersama-sama merumuskan langkah startegis dalam pembangunan daerah perbatasan sehingga nantinya perbatasan menjadi hebat dan tanggung untuk Indonesia jaya.
“Daerah perbatasan merupakan halaman depan negara yang perlu mendapatkan perhatian tidak hanya dari pemerintah saja namun dari seluruh pihak secara khusus dari kalangan akademisi yang harus memunculkan berbagai konsep pemikiran guna membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan daerah perbatasan”kata Hopman. (okt)









Komentar