Pemkab Sintang Gelar Seminar Peran Masyarakat Adat

Staf Ahli Bupati Syamsul Hadi Membuka Seminar Masyarakat Adat di Hotel My Home

SINTANG | Sintangpost.com- Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan, Syamsul Hadi membuka acara seminar mengenai peran ekonomi masyarakat adat dalam pembangunan Sintang Lestari di meeting room Hotel My Home Sintang, Kamis (25/04/2019) kemarin.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai pihak baik dari OPD dan sejumlah komunitas lokal yang hadir sebagai peserta. Kegiatan seminar mendatangkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang.

Diskusi tersebut berlangsung dengan seru dan hangat, ada banyak ide dan informasi yang digagas bersama dalam memaknai peran masyarakat adat di Kabupaten Sintang.

Syamsul Hadi dalam sambutannya mengatakan pemerintah kabupaten Sintang terus berkomitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan, utamanya hutan yang dimiliki di bumi senentang.

“Kita tau bahwa angka kemiskinan Sintang itu masih tinggi, ini adalah salah satu tantangan untuk kita di Sintang," ungkap Syamsul Hadi dalam sambutannya.

Pemkab Sintang lanjut Syamsul berharap kedepan adanya peningkatan peran ekonomi masyarakat adat akan mampu memberi kontribusi positif dalam pembangunan Sintang Lestari.

“Kita tahu kabupaten Sintang sangat berkomitmen menggalakan kabupaten Sintang ini sebagai Sintang lestari oleh sebab itu dukungan semua pihak sangat diperlukan,”jelas Syamsul.

Syamsul Hadi juga menyebutkan bahwa ada beberapa prioritas pembangunan yang pemerintah Sintang ingin lakukan. Prioritas- prioritas tersebut pada tahun 2020 akan melakukan peningkatan insfratruktur dasar, peningkatan ekonomi kreatif, peningkatan reformasi birokrasi dan Kabupaten Lestari.

"Masyarakat kita dorong untuk melakukan berbagai kegiatan seperti ekowisata. Selain itu kita juga memberikan payung hukum lewat peraturan Bupati dimana salah satunya pemerintah memberikan perlindungan kepada masyarakat adat untuk membuka lahan dengan cara membakar dengan syarat luas lahan kurang dari 2 hektar dan tanaman yang ditanam harus padi,”imbuhnya.

Adapun tujuan tersebut kata Syamsul supaya masyarakat Sintang tidak terjerat dari tindakan yang melanggara hukum yang berlaku. sebab sejauh ini masih banyak masyarakat kita yang kurang paham.

“Ini kita buat karena ada nilai kearifan lokal tentang kebersamaan dan gotong-royong guna tercapainya visi dan misi bupati Sintang terhadap Sintang lestari ini," paparnya lagi.

Sejauh ini lanjut Syamsul Pemerintah kabupaten Sintang sudah jauh lebih maju dan konkrit dalam mengantisipasi ancaman perubahan iklim, kerusakan lingkungan dan hutan tropis. Termasuk pemberdayaan dan pembangunan desa maupun masyarakat adat.

“Kita tidak lagi beretorika, atau hanya sebatas pidato atau konsep kebijakan, tetapi sudah bertindak, bekerja nyata dengan rencana aksi yang jelas dan terintegrasi,”tegasnya.

Sementara itu Direktur Sekretaris Jendral Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Bidang Penggalangan Dana Mandiri Arifin Saleh,menyampaikan bahwa masyarakat adat perlu dibantu untuk lebih menguatkan eksistensi mereka.

"Undang-undang masyarakat adat memang masih sangat dekleratif, salah satu bentuk konkrit yang kita dorong untuk bidang ekonomi juga, sehinnga kedepannya masyaraakat lebih giat lagi,”kata Saleh.

Sejauh ini lanjut Saleh pihaknya masih menemukan beberapa persoalan di tengah-tengah masyarakat salah satunya belum tertibnya masyarakat terhadap aturan yang berlaku sehingga masyarakat masih berkutat dengan kondisi yang sekarang.

"kita lihat ini bisa mendorong pengakuan wilayah adat dan masyarakatnya sehingga perlindungan, pendampingan yang kuat bisa membantu saudara-saudara kita di pedalaman untuk lebih tahu akan dampak yang ditimbulkan," tambahnya.

Turut serta dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten Sintang, Sudiyanto dan Kepala Dinas Porapar Kabupaten Sintang, Dr. Hendrika Ika serta Kepala Yayasan Strategi Konservasi Indonesia (CSF Indonesia), Mubariq Ahmad. Tampak pula sejumlah perwakilan dari OPD terkait di lingkungan Kabupaten Sintang.(evy)