Sintang Kampanye Gizi Nasional Cegah Stunting

Bupati Jarot Menghadiri Kampanye Gizi Gizi di Halaman Indor Apang Semangai

SINTANG | Sintangpost.com- Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang menggelar kegiatan kampanye hari gizi Nasional pada 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) untuk penurunan stunting dan pencanangan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) di Kabupaten Sintang.

Kegiatan yang diawali dengan senam bersama tersebut dihadiri oleh Bupati Sintang Jarot Winarno, Sekretaris Daerah Yosepha Hasnah, para pimpinan OPD serta masyarakat Sintang, dilaksanakan di indor apang semangai, Rabu (7/2).
Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan bahwa sebanyak 8,9 Juta anak-anak di Indonesia mengalami stunting.

“jadi anak-anak kita ini ada sekitar 8,9 Juta yang mengalami kurangnya tinggi badan dibandingkan dengan umurnya, itulah yang disebut stunting, jadi kita harus mencegahnya dari sekarang, agar anak-anak kita nanti menjadi bangsa pemenang pada 100 tahun Indonesia merdeka, “kata Jarot

Jarot mengungkapkan bahwa sesuai data yang ada di Kabupaten Sintang menunjukkan stunting di Kabupaten Sintang mencapai 28% sementara data dari Departemen Kesehatan itu 44%.

“Artinya kalau data di Dinas Kesehatan Sintang ada 100 orang anak dari 100 anak tersebut 28 anak itu mengalami stunting, dan kalau data dari Depkes ada 44 orang anak dari 100 anak mengalami stunting di Sintang, jadi ini merupakan angka yang buruk Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Jarot, stunting merupakan indikator yang paling tajam untuk menilai kadar gizi seorang anak untuk di Indonesia, Kalimantan Barat, dan Kabupaten Sintang. Karena pada 1000 hari pertama dalam kehidupan perlu asupan gizi yang cukup, 270 hari didalam kandungan, 730 hari berikutnya kira-kira berumur 2 tahun lebih harus kita ukur tinggi badannya,”jelasnya.

Jarot menambahkan untuk mencegah terjadinya stunting pada anak-anak, ada yang namanya interpensi gizi spesifik, seperti harus memenuhi tablet penambah darah, inisiasi dini, ASI eklusif, ternyata kontribusi hanya 30% yang dapat menyembuhkan stunting, 70% nya itu dari luar seperti menjaga kesehatan lingkungan, sanitasi, jamban harus bersih.

“Kampanye anti stunting ini merupakan pekerjaan untuk kita semua, kita harus bekerjasama untuk mengatasi stunting ini, bersama sama masyarakat kita cegah stunting, agar Sintang menjadi bangsa pemenang, generasi pemenang yang bebas stunting,” pesan Jarot.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harysinto Linoh mengungkapkan, bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang sudah melaksanakan kampanye pencegahan terjadinya stunting disetiap daerah di Kabupaten Sintang 2-3 tahun yang lalu.

“Karena stunting ini merupakan ketidaksesuaian antara tinggi badan dan umur, kurangnya asupan gizi dan protein dalam waktu yang lama sehingga perlu kita lakukan bersama pencegahan untuk tidak terjadinya stunting di masyarakat”, kata Sinto. (dky)