AKD Resmi Terbentuk, Wajah Lama Masih Mendominasi

DPRD Sintang Menggelar Paripurna Penetapan AKD, Jumat (1/11/2019)

SINTANG | Sintangpost.com- Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kabupaten Sintang periode 2019-2024 akhirnya terbentuk. Pembentukan AKD itu digelar melalui sidang paripurna ke 5 masa persidangan III dalam rangka pengumuman dan penetapan Alat-kelengkapan dewan (AKD) yang dipimpin langsung oleh ketua DPRD Sintang Florensius Ronny, Jumat (1/11/2019).

Dalam penetapan AKD tersebut, nama-nama lama masih mendominasi. Seperti Ketua Komisi B diketua oleh Hikman Sudirman (Demokrat), Ketua Komisi C Sandan (Gerindra), Ketua Komisi D Harjono Bejang (Golkar), sementara ketua Komisi A diisi wajah baru yakni Santosa (PKB).

Ketua DPRD Sintang Florensius Rony usai paripursa selesai mengatakan, dirinya mengucapkan rasa syukur karena proses pembentukan Alat Kelengkapan DPRD (AKD) sudah bisa selesai dan terlaksana dengan baik.

"Puji Tuhan pembentukan AKD sudah selesai, saya juga mengucapkan selamat kepada pihak-pihak yang terpilih sebagai unsur pimpinan dalam AKD," katanya kepada awak media.

Roni mengharapkan dengan telah terbentuknya AKD tersebut bisa bekerja bersama sesuai dengan tugas dan fungsi yang telah ditetapkan dan bisa menjaga kekompakkan dalam lembaga.

"Dari dalam dulu harus bisa bekerja sama dan tetap menjaga kesolidan, dan tentunya dengan terbentuknya AKD ini kita sudah bisa beragenda atau beracara," harapnya.

Politikus Nasdem ini juga berharap seluruh anggota DPRD Kabupaten Sintang, baik yang lama maupun yang baru, dapat bersinergi, menjalin komunikasi, koordinasi, serta kerjasama, demi kemajuan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat.

”Kami minta kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten Sintang, agar selalu mengutamakan koordinasi dan kerjasama sehingga segala kebijakan yang diambil bisa untuk kemajuan masyarakat yang ada di Sintang ini” tegas Ronny.

Terpisah Ketua Komisi A DPRD Sintang Santosa mengaku dirinya bersama koleganya yang ada di Komis A DPRD Sintang ini akan segera merapatkan barisan sesuai tupoksi yang diemban.

“Intinya kami akan pelajari dulu apa saja yang menjadi tupoksi kami. Salah satu yang menjadi prioritas kami yakni masalah aset-aset milik pemerintah Sintang yang terbengkalai,”tukasnya. (okt)