Dewan Minta Pemkab Tinjau Izin Karoke Romeo

Bisnis Karoke Menjamur di Kota Sintang

Markus Jembari

SINTANG | Sintangpost.com- Keberadaan bisnis karoke di Kota Sintang semakin menjamur (Bertambah, Red), bahkan beberapa diantaranya sudah berani terang-terangan buka di tengah keramaian.

Melihat maraknya bisnis yang menggiurkan keuntungan tersebut yang diduga disalahgunakan untuk hal negatif, Anggota DPRD Sintang Markus Jembari angkat bicara. Dirinya meminta Pemerintah Kabupaten Sintang mengevaluasi kembali perizinan beberapa karoke di di Bumi Senentang. Salah satunya Karaoke Romeo di Jalan Lintas Melawi.

"Kemarin pas saya antar istri melahirkan Kita minta penegakan Perda harus dievaluasi terus, kalau ada yang melanggar aturan, beri sanksi, kalau perlu dievaluasi kembali legal perizinannya. Jangan dibiarkan begitu saja," katanya, Rabu (3/5).

Sepengetahuan dirinya jika ingin melakukan suatu kegiatan yang sifatnya bisnis seharusnya ada SPPL yang diterbitkan dari dinas Lingkungan Hidup.

“Nah yang saya tanyakan disini itu izin kopi, atau izin karoke karokean, karena dampak yang ditimbulkan dari karaoke Romeo terlampau bising sehingga menganggu ketenangan lingkungan warga sekitar,”tanya Markus.

Politisi Demokrat ini menyayangkan posisi karaoke yang tepat berada di samping rumah bersalin. Hal ini kata dia sudah tidak wajar lagi. Parahnya terkadang ditemui orang yang mabuk dan keberadaan perempuan seksi.

“Sekali lagi saya minta pemerintah Sintang melalui instansi terkait untuk tegas meninjau ulang keberadaan karoke Romeo tersebut, saya tidak mau tahu siapa yang membekingnya tetapi ini daerah kita, dan saya pikir masyarakat sepakat,”ungkapnya.

Terpisah Anggota DPRD Sintang Syahroni mengatakan masalah itu tentunya tidak boleh dibiarkan begitu saja, apalagi menyangkut perizinan, perlu ditinjau kembali.

Pihaknya meminta kepada petugas BPMPTSP dan Dinas Lingkungan Hidup untuk turun ke lapangan memantau perizinan karaoke Romeo.

"Bila memang pemilik karaoke Romeo telah menyalahi aturan, maka perlu ditindak tegas dan izinnya dicabut," kata Syahroni. (okt)