Idul Fitri 1441 H, Santosa Ingatkan Terempoh Sehat

Anggota DPRD Sintang Santosa

SINTANG | SintangPost.com – Adanya pandemic Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) berdampak juga pada pelaksanaan tradisi yang kerap dilakukan saat hari Raya Idul Fitri. Budaya dan tradisi saling mengunjungi saat hari raya idul fitri atau dikenal sebagai tterempoh oleh masyarakat Kabupaten Sintang pun mendapatkan pro dan kontra di masyarakat.

Tak sedikit pula masyarakat yang enggan mengikuti budaya tersebut mengingat adanya pandemic Covid-19 yang saat ini masih saja menjadi polemik besar yang memberikan dampak di bergai lini kehidupan.

Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Santosa mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan adanya sejumlah orang yang masih melaksanakan tradisi tersebut atau masih membuka pintu rumahnya untuk siapapun yang ingin bersilaturahmi.

“Sejumlah tokoh masyarakat ada yang tetap membuka pintu rumahnya atau kita kenal dengan open house, karena memang setiap tahunnya pasti akan ada masyarakat yang datang untuk bersilaturahmi. Kita tidak bisa juga melarang hal demikian,” ucapnya.

Santosa mengungkapkan dirinya juga membuka pintu rumah dan menerima siapapun tamu yang datang berkunjung ke rumahnya untuk bersilaturahmi.

“Sebelumnya, saya sudah melakukan rapid test dulu ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang. Alhamdulillah, hasilnya non reaktif, jadi amanlah diri saya untuk teman-teman yang datang ke rumah,” tuturnya.

Meskipun demikian, politisi muda dari PKB ini meminta masyarakat untuk bersama membantu pemerintah dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 dengan mengikuti anjurannya untuk di rumah saja, cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas, menggunakan masker dan menjaga jarak fisik satu sama lain sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Tanpa mengurangi rasa hormat, kami juga meminta kepada para tamu yang datang untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Lebaran kali ini memang berbeda tapi ada banyak hikmah yang didapat salah satunya kualitas bersama keluarga juga menjadi semakin membaik,” pungkasnya. (Coe)