Jefray Harap Masyarakat Tak Lunturkan Budaya

Jefray Edward

SINTANG | Sintangpost.com- Adanya kreasi budaya baik dari seni tari maupun kerajinan seperti melunturkan nilai murni dari budaya suatu daerah itu sendiri. Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Jeffray Edward ketika ditemui pada pembukaan Pameran Manik Borneo Tahun 2017 yang dipusatkan di Museum Kapuas Raya belum lama ini.

“Saat ini, banyak kita temui banyak kreasi budaya baik dari seni tari maupun kerajinan. Jika dilihat secara langsung tentu lebih menarik namun perlahan nilai dari budaya yang ditampilkan akan semakin luntur dan nantinya akan menghilang budaya yang harusnya kita lestarikan,” ujarnya.

Untuk itu, ia mendukung adanya upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang dalam melestarikan kemurnian budaya yang ada di Bumi Senentang ini. Hal itu dapat dilihat dari dua tarian yang dipersembahkan pada Pameran Manik Borneo Tahun 2017.

“Ada dua tarian yang dipersembahkan, gerakannya maupun tabuhannya masih murni. Saya apresiasi hal ini. Artinya, ada upaya menunjukkan pada dunia bahwa kita masih melestarikan kemurnian budaya. Selain tarian, kita dapat lihat dari seni maniknya, kalau di pasar kita hanya bisa lihat manik-manik yang sudah dikreasikan, kalau disini, kita bisa lihat kreasi manik yang dilengkapi dengan makna dari setiap motifnya,” ucapnya.

Hal yang serupa diungkapkan oleh Wakil Bupati Sintang, Askiman yang membuka langsung Pameran Manik Borneo Tahun 2017 tersebut. Ia mengaku bahwa dirinya tidak terlalu menyukai budaya-budaya yang sudah dikreasikan.

“Jika dikreasikan, maka secara tidak langsung budaya yang ada menjadi luntur. Sementara, kita ingin tampilkan kemurnian dari budaya tersebut. Saya lihat, dari tabuhan gendang dan gerakan tari ngajat maupun tabuh alu tadi sudah sangat pas. Ini yang dibutuhkan, kemurnianndari sebuah budaya yang terus dipertahankan,” katanya.

Pada kesempatan ini, ia juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sintang untuk dapat merekatkan kembali hati nurani masing-masing meskipun berbeda suku, agama, dan bahkan adat istiadat. Adanya rajutan rasa damai dalam keberagaman merupakan salah satu modal besar untuk membangun Pemerintah Kabupaten Sintang menjadi lebih baik.

“Sesuai dengan tema yang diangkat, yaitu Butiran Manik Merangkai Warisan Budaya Antar Bangsa, saya mengajak seluruh masyarakat khususnya yang ada di Kabupaten Sintang untuk terus merajut kebersamaan dalam Keberagaman, sehingga dapat terwujud masyarakat yang maju namun tetap menjaga kelestariannya,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Siti Musrikah mengungkapkan dalam pelaksanaan Pameran Manik Borneo ini, Kabupaten Sintang merupakan tuan rumah ke delapan atau tuan rumah terakhir dari delapan museum peserta Pameran Manik.

“Pameran Manik Borneo ini digelar sejak tahun 2010, dan tahun ini, Kabupaten Sintang merupakan tuan rumah terakhir dari delapan peserta Pameran Manik Borneo. Tahun ini, kita mendapatkan kehormatan karena keikutsertaan dari Museum Rangga Warsita, Jawa Tengah,” ucapnya. (yul)