Alan Perihatin Jalan Serawai Belum Tersentuh

Kisah Anggota Dewan Upacara Hari Lahir Pancasila di Jalan Rusak

Upacara: Anggota DPRD Sintang Alan Melaksanakan Upacara di Jalan Rusak bersama masyarakat Serawai

SINTANG | Sintangpost.com- Demi bisa melaksanakan upacara hari lahir pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2017. Anggota DPRD Sintang Alan rela menahan jengah ditengah rusaknya jalan Tebidah Serawi belum lama ini.

Alan satu diantara 34 anggota DPRD Sintang ini patut berbangga, meski apel ditengah jalan rusak, kisahnya masih terus dibicarakan. Kisahnya mengundang tawa, sekaligus haru. Juga bangga, bahwa semangat hari lahir pancasila masih menyala meski dijalan rusak.

“Tidak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati, pikiran dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan,”kata Alan.

Menurut Alan upacara dengan cara ini merupakan bentuk keprihatinan atas kerusakan jalan yang selama ini terjadi diwilayah serawai

Alan mengatakan, dirinya bersama Suyanto Tanjung (Anggota DPRD Kalbar) dikesempatan itu sekaligus meninjau jalan Simpang Medang-Serawai yang merupakan kewenangan pemerintah Provinsi Kalbar dan jalan Serawai-Ambalau yang jadi kewenangan Pemkab Sintang.

“Kami membawa serta kru TV swasta nasional agar masalah ini diketahui oleh orang banyak,” katanya.

Supaya, kata Politisi PDI Perjuangan ini, pemerintah pusat juga mengetahui bahwa bukan hanya jalan-jalan di Papua saja yang perlu perhatian. Tapi di Kalbar khususnya Kabupaten Sintang juga memerlukan hal yang sama.

“Kami ingin semua tahu kalau ada bagian dari NKRI yang belum terbangun. Ini lo jalan Sintang yang bermasalah,” kata Alan.

Ia mengatakan, meski kewenangan penanganan ruas jalan yang dimaksud berada di provinsi maupun kabupaten, pihaknya ingin pemerintah pusat juga memberikan perhatian.

“Apalagi pemerintah juga punya program membangun dari pinggiran,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, jalan rusak diantara Tebidah-Serawai panjangnya kurang lebih 60 kilometer.

“Kondisinya saat ini rusak parah saat musim hujan. Kalau kemarau, bisa dipaksanakan lewat tapi itupun babak belur kena debu,”ungkapnya. (okt)