Paskah 2020, Welbertus : Mari Lakukan Intropeksi Dalam Keheningan

Welbertus

SINTANG | SintangPost.com – Adanya Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) juga berdampak pada sejumlah kegiatan atau perayaan keagamaan menjadi sesuatu yang berbeda.

Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Welbertus mengungkapkan tahun 2020 adalah tahun istimewa yang mana perayaan Paskah yang kerap digelar meriah oleh umat Katolik harus dilakukan dengan sunyi namun pennuh khidmat.

“Ada serangkaian misa yang dilakukan sejak hari Kamis hingga hari Minggu nanti. Biasanya perayaan Paskah kita gelar meriah namun kali ini harus berbeda namun tentunya tidak menghilangkan makna dari Paskah itu sendiri,” ujarnya, Jumat (10/04/2020).

Welbertus mengatakan adanya wabah Covid-19, perayaan Paskah dengan berbagai misa yang kerap dilakukan bersama di Gereja, tahun 2020 ini hanya dilakukan di rumah masing-masing melalui handphone.

“Saat Paskah dan Natal, ada gurauan kalangan kita yaitu “gereja napas” artinya gereja ramai saat perayaan saja. Tapi tahun ini, hanya da pastor dan kamera saja yang di gereja tanpa umat sama sekali. Jemaat mengikuti ibadah melalui handphone masing-masing karena dari pihak gereja akan melakukan misa streaming,” tuturnya.

Politisi PDI Perjuangan ini mengaku sedih dengan tak adanya ibadah langsung di Gereja terlebih lagi saat Paskah yang merupakan puncak karya Yesus berada di dunia bersama murid-Nya.

“Perayaan Tri Hari Suci bagi umat Kristen merupakan peristiwa iman yang luar biasa dimana dimulai dengan malam Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci,” katanya.

Meskipun demikian, Welbertus berharap dengan perayaan paskah yang “special” ini dapat menjadi momen tepat bagi umat Katolik untuk kembali melakukan intropeksi diri dengan melakukan penghayatan akan iman dan hidup menggereja yang telah dilakoni hingga saat ini. Apakah saat ini kita sungguh datang ke gereja dengan penghayatan penuh atau hanya sebagai rutinitas belaka untuk memenuhi kewajiban sebagai umat agar terlihat memiliki agama saja.

“Mari kita lakukan intropeksi dalam keheningan. Tetap ikuti misa stereaming seolah-olah berada di gereja dan lakukanlah dengan hati yang pantas. Saya yakin dengan sepenuh iman, Tuhan akan membebaskan umatNya dari situasi menakutkan ini,” pungkasnya. (Coe)