Tuah Minta Pemkab Penuhi APD Untuk Bidan

Tuah Mangasih

SINTANG | SintangPost.com – Ketidakadaan Alat Pelindung Diri membuat IBI dan sejumlah bidan praktek mandiri di Kabupaten Sintang mengambil langkah untuk menutup pelayanan persalinan dan praktek kebidanan.

Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sintang, Tuah Mangasih meminta agar Pemerintah Kabupaten Sintang segera mengambil kebijakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Hal itu dikarenakan layanan persalinanan dan praktek kebinanan yang dilakukan oleh IBI dan bidan praktek mandiri masih sangat diperlukan oleh masyarakat Kabupaten Sintang terlebih laxgi dengan adanya pandemic Covid-19 ini.

“Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang harus mengambil langkah cepat dan tepat. Jangan sampai ini jadi polemik tersendiri yang nantinya akan menambah kepanikan masyarakat dalam menghadapi Covid-19,” ucapnya saat dihubungi via telepon selular Jumat (08/02/2020).

Tuah Mangasih menyampaikan APBD Tahun 2020 sudah dipangkas hinggan 35 persen da nada dana hasil rasionalisasi anggaran yang dapat dipergunakan untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Sintang. Untuk itu, ia memita Pemerintah Kaupaten Sintang segera menggunakan dana tersebut pengadaan APD yang sesuai standar.

“Dana tersebut selain bisa dibelikan alat Rapid Test juga bisa digunakan untuk membeli APD yang sesuai standar sehingga praktek bidan yang ada di Kabupaten Sintangb tidak terhenti pelayanannya karena ketidakadaannya APD,” katanya.

Tuah Mangasih tidak menyalahkan langkah yang diambil oleh IBI dan bidan praktek mandiri yang menghentikan layanan persalinan dan praktek kebidanan. Hal itu harus dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 pada tenaga kesehatan termasuk pada bidan dan perawat yang membantu layanan persalinan.

“Hak mereka untuk menghentikan dulu layanan kesehatan karena bagaimana pun mereka juga mempunyai keluarga sehingga kesehatan mereka pun tidak boleh diabaikan. Tugas pemerintah pula yang harusnya memikirkan bagaimana layanan ke masyarakat terus diberikan tanpa membahayakan tenaga medis yang menangani terlebih lagi di pandemic Covid-19,” pungkasnya. (Coe)