Perlu Dana 3,5 Miliar

Wabub dan Ketua DPRD Blusukan Ke Rumah Betang

Wakil Bupati dan Ketua DPRD Sintang Melihat dari Dekat Progres Rumah Betang di Dampingi Kepala Dinas Perumahan Rakyat

SINTANG | Sintangpost.com- Wakil Bupati Sintang, Askiman bersama Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Jeffray Edward dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sintang meninjau progres pembangunan Rumah Betang Tampun Juah Sintang yang terletak di Desa Jerora Satu Kecamatan Sintang, Senin (13/11).

Askiman mengungkapkan sejauh ini pengerjaan Rumah Betang Tampun Juah tidak menemui kendala yang berarti kecuali persoalan biaya untuk perampungan bangunannya.

“Tujuan kita melihat langsung sampai mana progres pembangunan Rumah Betang Tampun Juah yang sudah dalam tahap pengerjaan. Tak ada kendala yang berarti, hanya saja kita memang terbentur biaya untuk menyelesaikannya,” ucapnya.

Ia menyampaikan anggaran pembangunan Rumah Betang Tampun Juah masih kurang sekitar Rp. 3.5 Miliar dari jumlah anggaran keseluruhan pembangunan yaitu Rp 11 Miliar lebih.

“Dari Rp. 11 Miliar lebih, sudah ada Rp. 7.5 Miliar dana yang dianggarkan secara bertahap, artinya kita masih kurang dana sekitar Rp. 3.5 Miliar,” ujarnya.

Askiman juga mengatakan ada satu kesepakatan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang dengan pihak legislatif agar kedepannya bisa dianggarkan dan diselesaikan bersama.

“Ini kebutuhan masyarakat adat, yang tujuannya adalah untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan adat yang selama ini hanya dilakukan di tempat umum dengan fasilitas yang tidak memadai. Untuk itu, kita menargetkan untuk diselesaikan sesegera mungkin,” tuturnya.

Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Jeffray Edward mengungkapkan pihak legislatif terus mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang dapat menyelesaikan pembangunan rumah adat Dayak. Tak hanya rumah adat Dayak, ia juga menyampaikan bahwa pihaknya mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang untuk menyelesaikan pengerjaan rumah adat Melayu.

“Kita lihat di beberapa kabupaten dan Kabupaten Sintang belum memiliki rumah adat baik rumah adat Melayu maupun rumah adat Dayak. Untuk itu, pengerjaan dan penyelesaian kedua rumah adat ini tidak boleh berhenti, harus segera diselesaikan,” katanya.

Mengenai anggaran pembangunan yang kurang, Jeffray mengatakan pihaknya akan mendiskusikan hal ini kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang untuk mencari solusi terbaik.

“Kita nanti akan melakukan diskusi, untuk mencari tahu solusi terbaik. Saya pikir, Pemerintah daerah Kabupaten Sintang pasti tahu bagaimana solusi terbaiknya” tukasnya. (yul)