Adhyaksa Peduli Bencana, Kejari Sintang Serahkan 140 Paket Sembako

SINTANG | SintangPost.com - Kejaksaan Negeri Sintang membagikan ratusan paket ke lima kelurahan yaitu Kelurahan Mekar Jaya, Kelurahan Menyumbung tengah, Kelurahan Kapuas Kiri Hulu, Kelurahan Kapuas Kiri Hilir, Kelurahan Ulak Jaya.

Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, Imran mengungkapkan bantuan ini diberikan sebagai bentuk Adhyaksa Peduli Bencana dan juga dalam rangka menyambut Hari Bhakti Adhyaksa ke-60 Tahun dari Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Persatuan Jaksa Indonesia dan Kejaksaan Negeri Sintang bersama Indonesia Power Sintang.

"Ada 140 paket sembako yang hari ini kita serahkan secara simbolis kepada Lurah Menyumbung Tengah yang nantinya akan dibagi di lima kelurahan yang ada, untuk warga yang terdampak bencana banjir," ucapnya.

Imran mengharapkan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana banjir di Kecamatan Sintang sehingga bisa terus menjaga daya tahan tubuh dalam kondisi yang demikian.

"Banjir ini membuat sejumlah aktivitas masyarakat menjadi tidak leluasa yang tentunya juga berpengaruh pada penghasilan mereka. Oleh karena itu, kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dalam kondisi seperti ini," katanya.

Lurah Menyumbung Tengah, Fauzan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan Kejaksaan Negeri Sintang pada warganya yang terdampak bencana banjir.

"Dari 500an KK, ada 250 lebih KK yang terdampak banjir, artinya lebih dari setengah. Kami mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan, ini sangat membantu warga yang saat ini membutuhkan karena kondisi banjir seperti ini," tuturnya.

Pada kesempatan ini, Nuryani (62), warga Kelurahan Menyumbang Tengah RT 04 mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Pasalnya, sejak tinggi muka air yang semakin meningkat, Nuryani yang sehari-harinya bekerja sebagai Pekerja Harian Lepas tidak bisa mendapatkan pemasukan lebih untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya.

"Kalau banjir gini, ongkos kerja mahal. Biasanya pulang nyapu jalan, saya kerja tambahan di pasar, tapi karena banjir begini tak bisa. Besok, saya malah minta ijin untuk tidak kerja, biar ngemat biaya tambang. Untung lah dapat bantuan sembako gini, ada gak untuk behemat sikit," pungkasnya. (Uli)