Sambangi DPRD Sintang, Dosen Stikara Sebut Satu Desa di Kayan Hilir Rawan Wabah TB Paru
SINTANG | SintangPost.com – Dosen Sekolah Tinggi Kesehatan Kapuas Raya (Stikara) Kabupaten Sintang bersama Kades Melingkat dan petugas kesehatan dari Puskesmas Nanga Mau mendatangi DPRD Kabupaten Sintang untuk menyampaikan aspirasi mengenai kualitas kesehatan masyarakat di Kayan Hilir, Senin (17/2/2020).
Rudiansyah, Dosen Stikara Kabupaten Sintang Bidang Administrasi dan Kebijakan RS mengungkapkan pihaknya telah menggelar Program Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa dengan mengirimkan mahasiswa untuk melakukan praktek ke lapangan yang salah satu tujuannya selain untuk memberikan pemahaman mengenai kesehatan juga melihat kualitas kesehatan di daerah yang ditunjuk.
“Ada enam desa di Kayan Hilir yang kami tuju untuk program ini. Awalnya kami ingin mengantisipasi dan mengurangi jumlah stunting seperti program yang dicanangkan oleh Pemerintah, akan tetapi, di salah satu desa yaitu Desa Melingkat kami malah menemukan banyaknya masyarakat yang diduga menderita Tuberkolosis (TB Paru),” ujarnya kepada SintangPost.
Rudiansyah mengaku sudah ketiga kali berkunjung bersama istrinya yang juga merupakan Dosen Stikara Sintang Bidang Program Kesehatan dan masih belum bisa memastikan bahwa sejumlah masyarakat yang diduga tersebut positif TB meskipun sudah memiliki ciri-ciri penderita TB Paru karena belum ada diagnose dari ahli.
“Kemarin ada yang meninggal, dan dia mengalami TB Paru, umurnya masih relative muda. Satu orang lagi masih anak-anak, itu sudah ditangani di RSUD Sintang. Belum lagi yang hanya dirumah, terbaring lemah atau yang belum diketahui apakah positif TB Paru atau tidak,” ucapnya.
Pada kesempatan ini, Rudiansyah juga menyampaikan lima aspirasi kepada Santosa yang juga merupakan anggota DPRD Dapil IV yang merupakan kawasan Kayan Hilir yaitu melakukan deteksi atau penentuan awal (diganosa) agar dapat mengetahui masyarakat mana yang sedang sakit dan mana yang sehat, mendekatkan obat, melakukan pengawasan rutinitas minum obat dan membuat sanitasi yang baik.
“Jika sudah dideteksi dan ditemukan ada yang positif, maka dekatkan lah obatnya, tak sampai disitu, harus ada petugas Pengawas Minum Obat karena jika telat sehari saja maka harus diulang dari awal, terkahir untuk mengantisipasinya harus ada sanitasi yang baik,” tuturnya.
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sintang, Santosa yang menyambut dan mendengarkan langsung aspirasi yang disampaikan mengucapkan terimakasih kepada STIKARA Sintang yang telah memberikan informasi penting mengenai kualitas kesehatan di Desa Melingkat dan beberapa desa di Kayan Hilir.
“Ini adalah fungsi kami di DPRD, kami dipilih rakyat untuk mendengarkan aspirasi dan bagaimana berbuat semampu kami,” katanya.
Santosa berjanji akan berusaha mengkoordinasikan dengan Komisi C DPRD Kabupaten Sintang yang membidangi kesehatan dan Komisi D DPRD Kabupaten Sintang yang membidangi Kesejahteraan Rakyat.
“Sesungguhnya ini bukan tupoksi saya, tapi karena saya merupakan wakil rakyat disana, saya tentu harus mendengar. Kedepannya, saya akan kawal hal ini, saya akan coba koordinasikan dengan Komisi C dan Komisi D DPRD Kabupaten Sintang sehingga diharapkan kedepannya dapat memberikan solusi terbaik,” pungkasnya. (Coe)









Komentar