Lima Anggota Dewan Sintang Blusukan ke Pasar Raya Sintang

SINTANG | Sintangpost.com- Sebanyak lima anggota DPRD Kabupaten Sintang melakukan peninjauan ke Pasar raya Sintang ,Senin (6/2). Kunjungan para wakil rakyat tersebut dalam rangka melihat sejauh mana progres pengerjaan proyek pasar raya serta mendengarkan berbagai keluhan para pedagang.

Lima Anggota DPRD Sintang terdiri dari Abdurazak (Golkar), Gulam Razik (PPP), Mainar Sari (PKB), Agustinus Aci (PDI Perjuangan) serta Syahroni (PKB). Rombongan yang dimotori oleh Ketua Komisi A DPRD Sintang tersebut sempat berdialog dengan para pedagang yang mengeluhkan berbagai macam persoalan.

Solfinah, salah satu pedagang mengaku kesal ketika dirinya mempertanyakan kepada pihak Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang terkait kepemilikan kios. Tak hanya itu, ia juga mengaku sempat diancam oleh salah satu petugas dari dinas tersebut jika dirinya masih saja mempertanyakan masalah pembagian kios.

"Sebelum kebakaran kemarin saya punya tiga kios tapi semuanya saya kelola dengan usaha yang berbeda. Kemarin saya pertanyakan dengan salah satu pegawainya, mereka mengatakan saya hanya mendapat satu kios saja, jika tetap ngotot maka ijin kios saya malah akan ditarik semua. Saya kan jadi was-was Pak, sementara karna kejadian waktu itu kami masih dibebani hutang," ujarnya.

Sementara itu, Anna, pemilik Anna Salon Ketika ditanya apa saja kekurangan dari lapak yang sudah disediakan oleh Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, ia hanya meminta agar dipasangkan kanopi sehingga ketika hujan lapaknya tak terkena tempias yang membuat lapaknya bisa tergenang air.

"Tempat ini sudah jauh lebih bagus daripada yang dulu, kalau untuk rejekinya, saya belum tahu karna belum semua ditempati. Tak ada kurangnya, hanya mungkin bisa ditambahkan kanopi saja agar ketika hujan tak terkena tempias. Kalau sudah kena tempias, basah semua lantai sini Pak," ucapnya.

Terpisah Ketua Komisi A DPRD Sintang Syahroni mengatakan bahwa pihaknya (DPRD) Sintang akan memonitor sejauh mana pembagian lapak oleh dinas terkait dalam hal ini Dinas Disperindagkop. Ia mengatakan sejauh ini yang ia dengan pembagian cabut undi akan dilaksanakan pada tanggal 18 Februari mendatang.

"Sejauh ini memang belum ada informasi yang jelas terkait pembangian lapak. Namun kami meminta dinas terkait memberikan kepastian supaya pedagang tidak merasa kebingungan,"kata Syahroni disela-sela peninjauan.

Selaku dewan, kata Syahroni pihaknya meminta kepada dinas Disperindagkop untuk profesional dalam hal cabut undi pembangian lapak nantinya. "Saya rasa semua harus legowo ketika sudah cabut undi, kepada dinas juga harus bijak jangan ada kong kalikong antara satu dengan yang lainnya,"katanya.

Terkait dengan kondisi bangunan yang ada saat ini, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga meminta dinas terkait untuk segera merampungkan struktur bangunan pasar. Sebab dikhawatirkan apabila tidak diselesaikan dengan baik bukan tidak mungkin akan menimbulkan masalah bagi para pedagang.

"Kami selaku anggota dewan yang mempunyai fungsi pengawasan mengharapkan secepatnya ada tindakan nyata yang dilakukan dinas terkait demi kepentingan banyak orang ,"tutupnya (okt)