Warga Sungai Areh Wujudkan Sintang Sehat

Bupati Sintang Jarot Winarno Membubuhkan Tandatangan di Baner Deklarasi ODF di Sungai Areh Kecamatan Ketungau Hulu Sabtu Lalu

SINTANG | Sintangpost.com- Gerakan hidup bersih yang dilancarkan Pemkab Sintang terus ditularkan ke desa-desa. Pola-pola hidup bersih ditularkan melalui berbagai gerakan. Salah satunya gerakan Open Defecation Free (ODF) atau menghentikan kebiasan buang air besar sembarangan.

Kali ini program itu diterapkan di desa sungai areh kecamatan Ketungau Hulu dan di deklarasikan, sabtu (6/4/2019) lalu. Bupati Sintang Jarot Winarno dan kepala dinas kesehatan kabupaten sintang dr. Sinto Linoh, anggota forkompincam ketungau hulu, anggota DPRD Sintang Melkianus serta perangkat desa Sungai Areh mendeklarasikan ODF sebagai sebuah gerakan satinasi total berbasis masyarakat (STBM) pilar pertama ini merupakan yang kedua di Kabupaten Sintang.

Bupati Sintang Jarot Winarno mengungkapkan desa ODF dapat terwujud merupakan partisipasi dari seluruh masyarakat Desa Sungai Areh.

“Tanpa kepedulian kita sebagai masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat sudah barang tentu akan sulit terwujudnya pelaksanaan sebagai desa ODF,” katanya.

Tidak BAB (Buang Air Besar) sembarangan, lanjut Jarot, memberikan dampak positif bagi warga masyarakat khususnya di bidang kesehatan.

“Program sanitasi dan air bersih merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan suatu daerah. Ini penting, dan perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak,” tuturnya.

Kepala dinas kesehatan kabupaten sintang dr Sinto Linoh mengatakan Sebanyak 124 rumah di Desa Sungai Areh, Kecamatan Ketungau Hulu sudah memiliki toilet sendiri sejak tiga bulan lalu mendapatkan sosialisasi mengenai pentingnya memiliki toilet di setiap rumah.

“Dari 243 rumah yang ada di Desa Sungai Areh ini, ada 124 rumah yang sudah memiliki toilet sendiri. Sementara yang 106 rumah akan terus kita upayakan program kampanye ODF (Open Defecation Free),” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sintang, Sinto Linoh.

Sinto mengucapkan terimakasih kepada semua tim yang terlibat sehingga kesadaran warga masyarakat di daerah tersebut untuk memiliki toilet sendiri menjadi cukup tinggi.

“Persoalan mengubah perilaku BAB sembarangan bukan hal yang mudah tentunya. Ini butuh kesabaran agar warga masyarakat mengerti dan memahami bagaimana perilaku hidup sehat,” ucapnya.

Ditempat yang sama anggota DPRD Sintang Melkianus memberikan apresiasi kepada masyarakat Sungai Areh yang telah mendeklarasikan ODF stop buang air besar sembarangan.

Prilaku buang air besar sembarangan disampaikan Melkianus memberikan dampak kepada kesehatan warga. Sehingga pemerintah terus mendorong masyarakat untuk tidak lagi buang air besar sembarangan.

“Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan masyarakat di Desa Sungai Areh ini,” ungkapnya.

Tidak hanya untuk kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat, namun gerakan stop sanitasi total berbasis masyarakat di desa Sungai Areh ini menurutnya sangat penting, mengingat desa ini merupakan salah satu desa yang memiliki potensi SDA yang berlimpah

“Jadi kita harapkan melalui deklarasi ODF di desa sungai Areh ini bisa memberikan dampak yang postif terhadap prilaku hidup bersih di kecamatan ketungau Hulu ini,”tukasnya. (okt)