Danil: Musim Kemarau, Masyarakat Diimbau Jaga Kesehatan

Danil Banai

SINTANG | Sintangpost.com- Memasuki bulan Juli 2017, musim kemarau mulai melanda wilayah Kalbar, salah satunya Kota Sintang. Menyingkapi itu, Anggota DPRD Sintang K Danil Banai mengimbau kepada masyarakat, agar mewaspadai berbagai macam penyakit yang muncul pada musim kemarau ini.

Politisi PKPI ini mengatakan, di antara penyakit yang rentan menyerang masyarakat pada musim kemarau saat ini adalah batuk, demam, diare, dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

“Untuk itu, kami minta masyarakat lebih waspada terhadap serangan penyakit yang biasa menyerang saat musim panas ini,” ujar mantan perawat ini.

Dikatakan Politisi Tempunak ini, penyakit ISPA bisa menyerang setiap orang. Karena saat kemarau debu yang beterbangan mempunyai peluang besar masuk pada rongga pernafasan. Sehingga, menjadi pemicu batuk maupun bersin yang membuat rongga pernafasan luka atau pun infeksi.

“Initinya masyarakat harus waspada terhadap musim kemarau ini, sebab jika berkaca pada tahun lalu banyak masyarakat terserang ispa”jelas Danil.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Hary Sinto Linoh juga menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan menyusul datangnya musim kemarau, seperti infeksi saluran napas akut (Ispa), diare dan demam berdarah dengue (DBD). Salah satu solusi sederhana dengan tetap memelihara kebersihan lingkungan, memperhatikan pola makan, serta menjaga kondisi tubuh.

Sinto menjelaskan, di musim kemarau kondisi daya tahan tubuh menurun. Akibatnya penyakit Ispa mudah menyerang. Sementara diare umumnya berkaitan dengan masalah makanan.

“Ini kan masyarakat sedang puasa, sebaiknya perut diberi kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi sekarang (Lebaran, Red). Makan tetap pakai perhitungan agar jangan terserang diare.”katanya

Demikian pula dengan DBD, pada awal musim penghujan ini sangat berpotensi merebak. Pasalnya banyak genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk-nyamuk DBD.

“Memang sejauh ini belum ada laporan kasus DBD yang masuk dari 14 puskesmas di Sintang. Meski begitu tetap harus cepat diantisipasi,” ujarnya. “Yang ada hanya laporan atas keluhan ISPA dan diare,” jelasnya (okt)