Jangan Main Tangkap, Harusnya Ada Pengecualian Bagi Petani Peladang

Beberapa Perwakilan Anggota DPRD bersama DAD Kabupaten Sintang Mambela Petani Peladang Yang Ditahan Oleh Pihak Kepolisian di Kejari Sintang

SINTANG | Sintangpost.com- Anggota DPRD Sintang Agrianus meminta pemerintah Kabupaten Sintang membuat kebijakan khusus bagi petani peladang terkait pembakaran lahan. Hal tersebut dikatakannya saat melakukan audiensi dengan Kajari Sintang, Senin (11/11/2019).

Agrianus mengatakan larangan membakar di lahan gambut bisa diterima. Namun, larangan membakar secara keseluruhan akan berdampak buruk bagi peladang di lahan-lahan kering yang banyak terdapat di Kabupaten Sintang.

“Kita minta kewbijakan khusus bagi pemerintah pemangku kepentingan supaya ada regulasi khusus bagi petani peladang yang kesehariannya hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup,”jelas Agrianus.

Politisi Golkar ini melanjutkan kalupun pemerintah bersikeras tetap melarang membakar ladang, maka pemerintah harusnya memberikan solusi alternatif bagi petani peladang. Sebab selama ini berladang merupakan tradisi masyarakat yang sudah turun temurun dilakukan.

“Pada prinsipnya petani siap tidak membakar ladang asalkan sudah ada alternatif yang dibeikan oleh pemerintah,”ucapnya.

Agri juga menyayangkan terkait penahanan petani peladang yang ditangkap oleh pihak kepolisian beberapa waktu lalu. Menurutnya penangkapan tersebut sama sekali tidak berkprimanusiaan.

“Harusnya tidak ditangkap, cukup berikan pembinaan saja, toh yang mereka lakukan hanya membakar dibawah 2 hektar,”kesalnya.

Namun demikian Politisi Sepauk ini menyerakhan proses hukum terdadap enam petani peladang yang sudah ditahan oleh pihak berwajib.

“Kita menghargai proses ini. Cuma kita minta ada keringanan terhadap petani peladang ini sebab mereka hanya masyarakat biasa,”bebernya.

Seketaris DAD Kabupaten Sintang Herkulanus Roni mengaku dilematis. Satu sisi ia berada dalam posisi pemerintah yang harus mengikuti aturan yang mendesak penghentian Karhutla, di sisi lain dirinya juga sebagai masyarakat adat yang memahami persoalan masyarakat yang berladang dengan membakar lahan untuk bertahan hidup.

“Pesan saya teruslah berladang, karena berladang dilindungi oleh undang-undang,”jelas Roni.

Roni juga mengharapkan pertemuan dengan pihak Kejaksaan Sintang dapat memberikan solusi terhadap petani peladang secara khusus di Kabupaten Sintang ini.

“Saya harapkan ini kasus terakhir. Kedepan kita tidak mau ada kasus-kasus seperti ini lagi. Sebab berladang hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup,”harapnya. (okt)