Perbatasan Mendesak Dibangun

Wakil Ketua DPRD Sintang Terry Ibrahim

SINTANG | Sintangpost.com- Wakil Ketua DPRD Sintang, Tery Ibrahim meminta kepada Pemerintah Daerah untuk segera mencarikan solusi akan persoalan listrik bagi masyartakat di perbatasan khususnya di Ketungau Tengah dan Ketungau Hulu. Pasalnya, listrik merupakan objek vital bagi aktifitas masyarakat.

“kondiis ini memang sudah lama terjadi di wilayah perbatasan. Tapi, kita dari DPRD meminta segera mungkin ada solusi akan persoalan listrik,” katanya, kemarin.

Terry mengatakan saat ia mengjunjungi Desa Nanga Seran, Kecamatan Ketungau Tengah dan Desa Nanga Bayan Kecamatan Ketungau Hulu sangat miris. Dimana, listrik di kedua wilayah perbatsan itu tidak ada sama sekali, alhasil. Masyarakat setempat pun mengandalkan PLTS dan genset.

“PLTS dan Genset bagi masyarakat yang mampu. Bagi yang tidak mampu. Nah, ini yang menjadi persoalannya. Makanya, dari sekarang sudah harus ada solusi nyata yang di buat oleh pemerintah sintang. Apalagi, kedua desa itu merupakan wilayah yang berbatsan langsung dengan Negara tetangga,” ungkapnya.

Selain persoalan listrik, kata Tery, yang juga tak kalah pentingnya untuk dibangun adalah infrastruktur jalan dan jembatan di kedua kecamatan itu khusunya di Desa Nanga Seran dan Nanga Bayan. “Coba kita start dari penyebrangan di Ketungau Tengah hingga ke Ketungau Hulu, begitu hancur leburnya kondiis infrastruktur jalan dan jembatan,” katanya.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten tidak lagi bisa membangun maupun mengucurkan anggaran pembangunan jalan dan jembatan disana. Sebab, jalan tersebut masuk dalam status jalan paralel. Artinya, kewenangan penuh ada di Pemerintah Pusat.

“ status jalanyab adalah status parallel. Padahal, jalan itu sudah pernah ditangani tapi kondiisnya masih sangat memprihatinkan,” sebutnya.

Oleh karena itu, Tery memastikan akan menyampaikan kondisi rill infarstruktur di kedua kecamatan itu ke Pemerintah Pusat agar kembali jalan itu dilakukan pembangunan. “Tentu akan kita sampaikan ke pusat melalui Bupati agar meminta PU pusat kembali untuk merawat jalan paralel ini,” katanya.

Sebab, kata tery, jalan paralel ini merupakan akses satu satunya untuk menhubungkan Kecamatan Ketungau Tenngah dan Ketunga Hulu. “ Ini jalan ini satu satunya yang digunakan. Makanya, persoalan infrastruktur jalan dan jembatan serta listrik merupakan hal yang mendesak bagi masyarakat setempat untuk dibangun,” ungkapnya. (one)