Pulangkan Ispandi ke Kempas Raya, Santosa Minta Jangan Ada Stigma

Santosa saat mengembalikan Ispandi Saputra pada keluarganya

SINTANG | SintangPost.com - Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sintang, Santosa mengantarkan langsung Ispandi Saputra ke Desa Kempas Raya, Kecamatan Kayan Hilir, Senin (08/06/2020).

Santosa mengungkapkan Ispandi Saputra yang sebelumnya mengalami permasalahan pada saluran kemih karena kecelakaan sehingga harus menjalani pengobatan di RS. Hasan Sadikin selama empat bulan lebih.

"Beberapa waktu lalu, dia diserahkan pada saya, saya upayakanlah untuk membantu pengobatan dia di RS Hasan Sadikin, Bandung. Alhamdulillah, sekarang sudah sehat dan hari ini kita kembalikan," tuturnya.

Santosa juga meminta kepada Kepala Desa Kempas Raya untuk memberikan pemahaman kepada warga sehingga tidak ada stigma yang terbentuk meskipun Ispandi Saputra baru saja pulang dari Bandung.

"Di Bandung, dia sudah dilakukan rapid test, hasilnya non reaktif. Sampai di Sintang, mereka juga dikarantina dan melakukan pemeriksaan rapid test dan hasilnya non reaktif. Jadi, jangan ada lagi stigma," katanya.

Politisi muda dari PKB ini juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Sintang, Jarot Winarno dan semua pihak yang membantu sehingga Ispandi Saputra dapat menjalani pengobatan dengan baik dan bisa kembali ke kampung halaman meskipun dengan kondisi Covid-19.

"Saya tidak melakukan sendiri, ada berbagai orang yang turut membantu. Saya sangat berterimakasih pada semua pihak semoga kita semua diberikan nikmat sehat dan rejeki yang lebih baik sehingga bisa saling tolong menolong," ucapnya.

Kades Kempas Raya, Robinson mengucapkan terimakasih kepada Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sintang, Santosa yang telah membantu pengobatan Ispandi Saputra sehingga kondisinya bisa sembuh dengan baik.

"Keluarga maupun desa kami sangat keterbatasan dana. Tentunya dengan adanya bantuan ini sangat meringankan beban keluarga dan kami semua," ujarnya.

Robinson berharap Ketua Komisi A DPRD Sintang dapat terus diberikan kesehatan dan rejeki yang baik sehingga bisa lebih menolong sesama.

"Semoga kedepan beliau bisa terus menjabat sehingga kita semua bisa lebih diperhatikan," katanya.

Orangtua Ispandi Saputra, Jatin mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan kepada anaknya sehingga anaknya sehat dan kembali ke keluarga dengan kondisi yang lebih baik.

"Tadinya saya sudah menyerah. Tak mampu lagi mengobati, semua sudah diupayakan, hanya tinggal rumah ini lagi saja, itu pun kalau dibilang layak, ya tidak layak, kalau hujan deras, kami tidak bisa tidur karena kebasahan," ceritanya sembari menunjuk ke arah jendela yang belum selesai dikerjakan.

Jatin mengaku tidak mampu membalas kebaikan dari Santosa dan semua pihak yang telah membantu pengobatan anaknya. Untuk itu, ia berharap agar Santosa dan semua yang membantu diberikan umur yang panjang dan nikmat sehat sehingga mampu terus membantu siapapun yang membutuhkan.

"Saya tak mampu membalas, saya cuma berdoa semoga Bapak bisa terus sehat, diberikan umur panjang dan mampu untuk lebih tinggi lagi sehingga mampu membantu siapapun yang membutuhkan," harapnya.

Rumah Teduh

Fajar, yang menemani Ispandi Saputra mengungkapkan selama tinggal di Bandung, pihaknya tinggal bersama di Rumah Teduh milik Ustad Hanan Attaki

"Saya, Ibu Emilia yaitu Ibunya Ispandi dan Ispandi tinggal di Rumah Teduh. Disana semuanya sudah difasilitasi dengan baik, bahkan menyediakan nasi, kami hanya membeli lauk saja. Untuk ambulance bahkan juga disediakan," tuturnya.

Fajar mengatakan bahwa RS. Hasan Sadikin sudah memastikan kondisi kesehatan Ispandi Saputra sudah sangat baik bahkan untuk tulang yang menurut diagnosa RSUD Ade M. Djoen Sintang mengalami keretakan, sudah tidak ada lagi masalah setelah pemeriksaan di RS. Hasan Sadikin, Bandung.

"Awalnya dia sangat sulit buang air kecil karena saluran kemihnya putus sehingga harus menggunakan kateter. Tanggal 13 bulan 3 sudah dioperasi, dan dilakukan pengecekan hasilnya pun sudah sangat baik," katanya.

Sebelum pulang, lanjut Fajar, pihaknya sudah melalui protokol kesehatan seperti melakukan rapid test baik dari RSUD Ade M. Djoen Sintang juga Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dan karantina mandiri di rumah.

"Ibunya masih di Jakarta, karena saat mau pulang, diperiksa ternyata sudah mau melahirkan. Alhamdulillah, sekarang beliau sudah lahiran tapi masih disana untuk mengurus surat keterangan lahir terlebih dahulu. Kita duluan pulang dan sudah mengikuti protokol kesehatan yang berlaku," pungkasnya. (Coe)