Tiga Perusahaan Galian C di Ketungau Tak Kantongi Izin

Tampak Peralatan Galian C di Ketungau Sedang Beroperasi

SINTANG | Sintangpost.com- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Sintang memastikan tiga perusahaan PT Tripa Abadi, PT Cipta Cibinong dan PT Damai Cipta Mandiri (DCM) di ketungau Hulu tidak memiliki izin terkait pertambangan Galian C.

“Ya,tiga perusahaan itu tidak ada izin Tanda Daftar Perusahaan (TDP) nya,” kata Kabid Penyelenggaraan Perizinan dan Non Perizinan Warnida, Jumat (3/11).

Menurut Warnida seyogyanya apabila perusahaan beroperasi di suatu daerah wajib hukumnya memiliki izin daerah yang mengikuti diantaranya wajib terdaftar yang didelegasikan bupati melalui DPMPTSP.

“Jadi setelah kami kelapangan bersama anggota dewan belum lama ini kami tidak melihat TDP nya serta tidak bisa menunjukan dokumennya,”jelasnya.

Warnida menambahkan, izin pertambangan galian C jelas tidak gampang, namun juga tak susah diberikan, asal memenuhi syarat.

“Kita sekarang, memberikan rekomendasi, tapi dari provinsi yang keluarkan izinnya, tapi PAD masih masuk ke daerah,”tukasnya.

Terpisah Kapolres Sintang AKBP Sudarmin mengaku belum menerima informasi terkait tiga perusahaan melakukan aktifitas galian C di wilayah ketungau. Sudarmin memastikan apabila ditemukan terjadinya pelanggaran maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas.

“Tentu kita akan tindak lanjuti dengan melakukan penyidikan kelapangan untuk mengetahui apakah ada tindak pidananya,”jelas Sudarmin melalui WattApp, Jumat (3/11).

Anggota DPRD Sintang Heri Jamri mendorong pemda Sintangt mau bekerja sama dengan pihak berwajib untuk menindaklanjuti permasalahan ketiga perusahaan tambang yang nakal tersebut.

“Harus diusut tuntas. Karena sudah melanggar aturan yang berlaku,”kata Heri Jamri

Politisi Hanura ini menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai sangat lemah terhadap pengawasan.

“Itu jelas pertambangan batu tersebut tidak ada ijinnya karena perusahaan tersebut tidak terdaftar. Kita juga sudah car-cari di geogle terhadap pertambangan di Ketungau Hulu tapi tidak ditemukan,”katanya.

Seperti diberitakan sebelunya Komisi A DPRD Sintang bersama dinas terkait melakukan sidak ke ketungau Hulu terkait adanya tiga perusahaan galian C yang melanggar aturan.

Dalam sidak tersebut para anggota meminta Pemerintah Kabupaten Sintang untuk mengambil langkah-langkah konkrit sebagai bentuk pengawasan. Sebab menurut mereka sangat disayangkan jika aktifitas tersebut dibiarkan terus menerus.

Seharusnya ada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masuk ke kas negara pada aktifitas Galian C itu. Bagaimana mau masuk PAD, jika izin saja tidak dimiliki. Artinya, aktifitas Galian C di wilayah Ketungau Hulu itu ilegal. (okt)